Atasi Banjir Pekanbaru, Lahan UIN Suska Riau Dibidik untuk Waduk Baru

Markarius-Anwar9.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan banjir, mulai dari mengaktifkan kembali Waduk Cipta Karya, menjajaki pembangunan waduk baru, hingga memanfaatkan lahan cekungan sebagai tempat penampungan air hujan.

Strategi ini difokuskan pada peningkatan kapasitas tampung air untuk mengurangi limpasan hujan yang kerap memicu genangan di kawasan permukiman. Selain pembangunan infrastruktur penampungan air, Pemko juga memetakan titik rawan banjir dan memperkuat penanganan drainase di tingkat kelurahan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pengaktifan kembali Waduk Cipta Karya menjadi salah satu prioritas dalam upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Namun, waduk itu belum dapat difungsikan secara optimal karena pintu airnya mengalami kerusakan parah hingga roboh. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan teknis khusus sebelum waduk kembali dioperasikan.

"Untuk pengaktifan Waduk Cipta Karya, sudah masuk di anggaran perubahan untuk perencanaannya. Ini tidak bisa langsung dioperasikan karena ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan, terutama pada pintu air yang sudah hancur dan roboh," kata Markarius, Selasa 27 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, perbaikan pintu air harus didahului kajian teknis oleh tenaga ahli. Perhitungan meliputi elevasi dan debit air untuk menentukan ukuran serta kapasitas pintu air yang sesuai dengan kondisi waduk.

Menurutnya, perencanaan tersebut penting agar fungsi waduk dan sistem pengaturan aliran air dapat berjalan efektif sesuai kondisi di lapangan.

Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran perencanaan pengaktifan Waduk Cipta Karya dalam APBD Perubahan 2026. Sementara anggaran pelaksanaan fisiknya direncanakan melalui APBD murni 2027.



"Di APBD Perubahan ini kita anggarkan perencanaannya. Untuk pelaksanaannya, kita anggarkan di APBD murni 2027. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa kita laksanakan," ujarnya.

Selain mengaktifkan waduk yang sudah ada, Pemko Pekanbaru juga menjajaki pemanfaatan lahan cekungan yang berpotensi dijadikan tempat penampungan air atau daerah tangkapan air (catchment area).

Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, tetapi dinilai berpotensi menampung limpasan air hujan dari kawasan sekitarnya.

Markarius menyebutkan, koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi pemilik lahan untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai. Lahan yang memenuhi persyaratan teknis nantinya dapat dikembangkan melalui pengerukan dan pekerjaan pendukung lainnya.

Salah satu lokasi yang tengah dijajaki adalah lahan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau dengan luas sekitar dua hektare. Pihak kampus telah menyampaikan bahwa lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan waduk.

Meski demikian, Pemko belum menetapkan lokasi itu sebagai tempat pembangunan waduk baru. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah diminta melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi elevasi lahan sesuai dengan kebutuhan penampungan air.

"Kemarin dari pihak UIN sudah menyampaikan ada lahan kurang lebih dua hektare yang bisa dimanfaatkan untuk waduk. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk mengecek apakah elevasinya sesuai atau tidak," ungkap Markarius.

Ia menegaskan, penentuan lokasi waduk harus mempertimbangkan ketinggian lahan dan arah aliran air. Dengan perencanaan yang tepat, waduk diharapkan tidak hanya menampung air dari lokasi pembangunan, tetapi juga membantu mengendalikan limpasan dari wilayah di sekitarnya.

Upaya meningkatkan kapasitas tampung air juga akan diperluas melalui penjajakan kerja sama dengan Universitas Riau (Unri). Pemko berencana mengarahkan aliran air di sekitar Kecamatan Tuah Madani menuju lokasi penampungan yang direncanakan.

Penjajakan serupa turut dilakukan di Kecamatan Tenayan Raya dan sejumlah wilayah lainnya yang dinilai membutuhkan penguatan sistem pengendalian air.

Melalui kombinasi pengaktifan waduk, penjajakan pembangunan waduk baru, pemanfaatan lahan cekungan, serta pembenahan drainase, Pemko Pekanbaru berharap limpasan air hujan dapat dikelola lebih baik sehingga risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman dapat ditekan.