Netizen Duga Kematian Remaja di SM Amin Karena Dikejar Tim Raga

Netizen-Duga-Kematian-Remaja-di-SM-Amin-Karena-Dikejar-Tim-Raga.jpg
Kecelakaan lalu liantas di Jalan SM Amin yang menewaskan Adzanue Fatir Alvaro pada Selasa, 20 Oktober 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kematian Adzanue Fatir Alvaro, remaja berusia 14 tahun yang tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk di Jalan SM Amin, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Selasa, 20 Oktober 2026 lalu masih menyisakan tanda tanya.

Sepekan setelah insiden maut tersebut, sejumlah komentar warganet di media sosial justru memunculkan berbagai dugaan mengenai peristiwa yang merenggut nyawa remaja tersebut.

Beberapa akun netizen mengaku mengetahui kejadian itu dan menyampaikan versi cerita yang berbeda dari sekadar kecelakaan lalu lintas. Salah satu dugaan yang mencuat dalam kolom komentar adalah korban disebut-sebut sedang dikejar sejumlah orang sebelum akhirnya menabrak truk yang terparkir di bahu jalan. 

Komentar tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk pada unggahan akun TikTok @reziaja632. 

Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor matik bernomor polisi BM 5665 LQ yang dikendarai Adzanue Fatir Alvaro dan sebuah truk Hino bernomor polisi BM 8186 YU yang terparkir di bahu Jalan SM Amin.

Benturan keras membuat korban mengalami luka serius hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Meski demikian, sejumlah komentar yang beredar di media sosial membuat sebagian warganet mempertanyakan kronologi lengkap sebelum kecelakaan terjadi.

Salah satu akun bernama @dipanggil repan aja mengaku mengenal korban karena pernah bersekolah di tempat yang sama. Dalam komentarnya, akun tersebut menyebut korban diduga keluar rumah untuk menonton balap liar bersama teman-temannya, meskipun menurut pengakuannya, ibu korban tidak mengizinkan.

"Kebetulan aku satu sekolah sama dia, katanya dia tu dijemput sama teman-teman jam 1-an gitulah padahl mamanya dh gk ngebolehin keluar,"  tulis akun tersebut.



Akun itu kemudian mengungkapkan versi cerita yang menyebut korban diduga melihat balap liar dan tiba-tiba didatangi Tim Raga Polda Riau.

“Jadi dia keluar pas keluar itu dia nonton balap liar tiba-tiba dtg tim raga polda riau karna panik dikejar dia terus dipepet lgsug ketabrak sama truk," lanjutnya.

Di akhir komentarnya, akun tersebut menyampaikan doa bagi korban.

“Doa kan aja korbanya husnul khotimah,” tulisnya.

Komentar lain yang diunggah akun bernama @Vaspera juga memunculkan dugaan berbeda. Akun tersebut mempertanyakan kemungkinan adanya peristiwa sebelum korban menabrak truk.

"kurang berhati hati gmn mah itu juga si almarhum sempat di kejar raga trs di pukul tim raga, giliran korban ngehantam truk malah kabur,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, akun lain bernama @ndyyyy31 menyoroti cerita mengenai korban yang disebut tetap pergi meski telah dilarang orang tuanya.

"Udah di larang orang tuanya kk tetapi dia memaksa pergi dengan alasan temannya pada menunggu,” tulis akun tersebut.

Akun @patirr turut menyinggung persoalan izin orang tua dengan menulis, “kalo gak salah dia pergi gak bilang sama ortunya bg.”

Di sisi lain, akun @KayzennnWear mengomentari persoalan tersebut dengan menyampaikan bahwa keluarga korban masih berduka.

“bntar lagi kenak usut semua nih sama keluarga almarhum, jadi sabar aja dulu yah ragaa,” tulis akun itu.

Menanggapi informasi yang beredar, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Saya akan cek dulu,” ujarnya singkat.

Masyarakat masih menantikan penjelasan mengenai rangkaian peristiwa sebelum Adzanue Fatir Alvaro menabrak truk di Jalan SM Amin.