Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Besok Siswa Kembali ke Sekolah

Pembelajaran-Tatap-Muka9.jpg
Peserta didik sudah belajar tatap muka secara (Laras Olivia/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP mulai Rabu 23 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, 21-22 September 2026, akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan kondisi kualitas udara di Pekanbaru saat ini mulai membaik. Pemerintah kota juga berharap kondisi tersebut terus bertahan dalam beberapa hari ke depan.

"Tadi kita sudah cek juga, alhamdulillah kualitas udara cukup bagus dan mudah-mudahan terus membaik dalam beberapa hari ke depan. Alhamdulillah tempo hari juga hujan," kata Markarius, Selasa 22 September 2026 di DPRD Kota Pekanbaru. 

Dengan membaiknya kondisi udara, Pemko Pekanbaru berharap aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal di sekolah.

"Mudah-mudahan anak-anak bisa kembali sekolah dan belajar dengan normal," ujarnya.

Markarius mengakui penerapan PJJ selama dua hari sebelumnya menimbulkan sejumlah keluhan dan kekhawatiran dari orang tua siswa.

Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan kebutuhan paket internet. Selain itu, terdapat orang tua yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah sehingga harus mendampingi proses pembelajaran secara daring secara bersamaan.



"Kemarin pembelajaran jarak jauh ini juga cukup banyak keluhan dan kerisauan dari orang tua, mulai dari paket internet dan juga ada orang tua yang anaknya bersekolah lebih dari satu," jelasnya.

Meski demikian, Markarius menegaskan keputusan PJJ sebelumnya diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik.

"Tapi tentu kita pastikan keselamatan anak-anak tetap nomor satu," tegasnya.

Meski pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan, Pemko Pekanbaru tetap meminta sekolah dan orang tua menjaga kesehatan anak selama aktivitas belajar berlangsung.

Markarius meminta orang tua membekali anak-anak dengan masker sebelum berangkat ke sekolah.

"Jadi memang besok mulai sekolah, tapi orang tua harus bekali anak-anak dengan masker," katanya.

Selain penggunaan masker, terdapat sejumlah pembatasan dalam kegiatan sekolah. Selama kondisi kualitas udara belum sepenuhnya stabil, proses pembelajaran tidak diperbolehkan dilakukan di luar ruangan.

Seluruh kegiatan belajar mengajar diarahkan berlangsung di dalam kelas.

"Untuk proses belajar mengajar tidak ada proses belajar di luar ruangan, semua di dalam ruangan," jelas Markarius.

Kegiatan olahraga yang biasanya dilakukan di lapangan juga untuk sementara ditiadakan. Begitu pula dengan pelaksanaan upacara sekolah.

"Pembelajaran olahraga di lapangan ditiadakan. Kemudian upacara sekolah juga ditiadakan," pungkasnya.

Pemko Pekanbaru akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Jika kondisi kembali memburuk, kebijakan terkait aktivitas belajar mengajar akan disesuaikan dengan kondisi dan keselamatan peserta didik.