RIAU ONLINE, SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan status tanggap bencana setelah banjir bandang yang terjadi di kawasan Arosuka pada Senin, 21 September 2026.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menuturkan, status ini berlaku mulai Selasa, 22 September 2026 untuk mempercepat proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan dampak, dan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.
"Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin," tuturnya, dikutip dari ANTARA, Selasa, 222 September 2026.
"Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera," imbuhnya.
Ia meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam penanganan bencana, terutama membantu proses evakuasi, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta menangani akses dan fasilitas umum yang terdampak.
Banjir bandang terjadi di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, sekitar pukul 19.53 WIB, Senin, 21 September 2026, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Bupati Solok meninjau sejumlah lokasi terdampak bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekda Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, BPBD, kepala organisasi perangkat daerah, perangkat nagari dan unsur terkait lainnya.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak bencana serta penanganan yang dilakukan pemerintah dan petugas di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok. Posko tersebut menjadi pusat informasi dan penanganan kebutuhan terkait bencana.
Banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah. Dari sekitar 11 dinas yang terdampak, kerusakan cukup berat terlihat pada sejumlah kantor, di antaranya DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.
Data sementara mencatat enam orang terdampak, dengan dua orang masih dalam pencarian dan empat orang lainnya telah mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Dua orang yang masih belum ditemukan masing-masing berinisial AG (59) dan DA (21). Sementara ML (54), AS (66), dan YN (45) menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan MN (57) mendapat perawatan di SPH Padang.
Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan, serta mengikuti arahan petugas apabila diminta menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi," katanya.
Pemkab Solok bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana. (ANTARA)

