Udara Kota Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Warga Wajib Pakai Masker

kabut-asap-pekanbaru-15-september.jpg
Asap karhutla kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa, 15 September 2026. (RAHMADI DWI PUTRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabut asap cukup tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa, 15 September 2026, pagi. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Jenderal Sudirman.

Pantauan di Jalan Jenderal Sudirman, sejumlah pengendara terlihat menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang berkabut.

Kondisi kualitas udara Pekanbaru juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data kualitas udara yang diperbarui pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI berada di angka 203, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 127,7 µg/m³. Pada saat yang sama, suhu udara tercatat sekitar 30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 8 km per jam dan kelembapan 63 persen.

Kondisi kabut asap ini terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas di wilayah Sumatera. Data pemantauan BMKG yang diperbarui pada 15 September 2026 mencatat terdapat 4.127 titik panas di Sumatera.



Jumlah tersebut tersebar di sejumlah provinsi, yakni Jambi 285 titik, Bengkulu 31 titik, Lampung 468 titik, Sumatera Selatan 2.878 titik, Sumatera Barat 24 titik, Sumatera Utara 12 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Bangka Belitung 318 titik, serta Riau 96 titik.

Untuk wilayah Riau, titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 70 titik.

Selanjutnya, Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Pelalawan 6 titik, Kabupaten Kampar 4 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 4 titik, Kabupaten Siak 2 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik dan Kabupaten Rokan Hulu 1 titik.

Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau memperhatikan kondisi kualitas udara dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel polutan.