Polri Salurkan 300 Jerigen Formula X-Fire, Padamkan Karhutla Pelalawan

pemadaman-karhutla-pelalawan0.jpg
Penggunaan Formula X-Fire pada pemadaman karhutla di Pelalawan (Dok. Brimobda Riau)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Personel Brimob Polda Riau turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Jumat, 11 September 2026.

Penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari kunjungan Asisten Logistik Kapolri (Aslog Polri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan bersama Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan ke wilayah Pelalawan.

Keduanya melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lapangan sekaligus melihat proses pemadaman yang dilakukan personel gabungan.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Wibawa turut mendampingi kegiatan tersebut.

Sebanyak 35 personel BKO Satbrimob Polda Riau dikerahkan untuk memperkuat penanganan Karhutla bersama jajaran Polres Pelalawan, Polsek rayonisasi, TNI, BPBD, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

Tak hanya mengandalkan metode pemadaman konvensional, dalam kegiatan tersebut Polri juga mengerahkan Formula X-Fire untuk membantu mengatasi kebakaran, terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Formula X-Fire tersebut digunakan dalam proses pemadaman yang dipimpin langsung oleh Aslog Kapolri. Penggunaan formula ini menjadi salah satu langkah Polri dalam menguji sekaligus mengoptimalkan dukungan teknologi dan bahan pemadam dalam menghadapi karhutla.



Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Aslog Polri juga menyalurkan sebanyak 300 jerigen Formula X-Fire, masing-masing berkapasitas 20 liter, untuk digunakan dalam operasi pemadaman karhutla di Kabupaten Pelalawan.

Formula X-Fire Polri menggunakan bahan dasar minyak CPO dan tepung tapioka. Dalam penggunaannya, formula tersebut disemprotkan dengan metode spiral dengan tujuan membantu proses pemadaman hingga menembus lapisan lahan gambut.

Karakteristik gambut yang menyimpan api di bawah permukaan memang menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Api yang terlihat padam di permukaan dapat kembali muncul apabila bagian bawah lahan belum benar-benar berhasil dipadamkan.

Penggunaan Formula X-Fire diarahkan untuk membantu proses pembasahan dan pemadaman hingga ke lapisan gambut sehingga potensi munculnya kembali titik api dapat ditekan.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Wibawa menegaskan bahwa pengerahan personel Brimob merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi ancaman karhutla di Riau.

"Brimob Polda Riau siap mendukung setiap langkah penanganan karhutla melalui pengerahan personel, sarana, dan kemampuan yang dimiliki," ujar I Ketut Gede Wibawa.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar kebakaran dapat dikendalikan secepat mungkin dan tidak meluas.

"Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur agar api dapat dikendalikan dengan cepat dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan," tegasnya.

Keterlibatan personel Brimob bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya menjadi gambaran pola penanganan secara terpadu di lapangan.

"Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat serta menjaga kawasan lingkungan yang terdampak," pungkasnya.