Bukan Sekadar Piala, Ini Pesan Sabarudi Usai Pekanbaru Borong 4 Penghargaan Green City

Wawako-terima-penghargaan.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Empat penghargaan internasional yang diraih Kota Pekanbaru dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award 2026 mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.

Namun, Sabarudi mengingatkan Pemko Pekanbaru agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, penghargaan internasional tersebut justru menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa predikat Metropolitan Green City bukan sekadar slogan atau penghargaan di atas kertas.

"Ini tentu menjadi kabar yang sangat positif bagi Kota Pekanbaru. Empat penghargaan yang diraih menunjukkan bahwa upaya dan kerja yang dilakukan mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional," kata Sabarudi, Jumat 11 September 2026.

Politikus PKS itu menegaskan, penghargaan tersebut jangan sampai berhenti sebagai seremoni. Sebaliknya, capaian itu harus menjadi energi baru bagi Pemko Pekanbaru untuk memperkuat pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

"Jangan berhenti pada penghargaan. Justru ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Yang paling penting adalah bagaimana konsep kota hijau ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Menurut Sabarudi, ukuran keberhasilan sebuah kota hijau bukan hanya dilihat dari penghargaan yang diterima pemerintah. Tetapi juga dari kondisi lingkungan dan kualitas pelayanan perkotaan yang dirasakan langsung masyarakat.

Ia mendorong Pemko Pekanbaru terus membenahi berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan, transportasi hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung konsep kota berkelanjutan.

"Penghargaan ini harus menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat pialanya, tetapi tidak merasakan perubahan di lingkungan tempat mereka tinggal," ujarnya.

Sabarudi juga menilai penghargaan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.



Ia berharap penghargaan internasional yang diraih Pekanbaru mampu menjadi pemicu bagi pemerintah untuk menghadirkan kota yang tidak hanya memiliki citra hijau di tingkat internasional, tetapi juga nyaman dan layak dihuni masyarakat.

"Ke depan kita berharap Pekanbaru semakin hijau, nyaman dan berkelanjutan. Penghargaan ini harus dibuktikan dengan kerja nyata dan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Kota Pekanbaru memborong empat penghargaan dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award 2026 yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu, 9 September 2026.

Empat penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap berbagai upaya Pemko Pekanbaru dalam mendorong pembangunan perkotaan yang hijau, berkelanjutan, inklusif serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diterima Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Pertemuan Kepala Daerah IMT-GT ke-32, yang melibatkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Pertemuan turut dihadiri para menteri, kepala daerah, perwakilan ASEAN serta Asian Development Bank.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho sebelumnya menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian seremonial.

"Ini bukan sekadar piala, tetapi pengakuan internasional terhadap arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City. Penghargaan ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras," kata Agung.

Adapun empat penghargaan yang diraih Pekanbaru yakni:

1. Penghargaan Emas — Ranking 1 Kategori Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.

2. Penghargaan Perak — Ranking 2 Kategori Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Perkotaan.

3. Penghargaan Perunggu — Ranking 3 Kategori Pengelolaan Sampah Padat.

4. Sertifikat Pengakuan — Kategori Transportasi Berkelanjutan dan Mobilitas Rendah Karbon.