RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial atau program yang bersifat sesaat. Bagi mahasiswa KKN Reguler Periode 2026 Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), pengabdian kepada masyarakat diwujudkan melalui sebuah karya yang diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah satunya melalui penyusunan Peta Administrasi Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.
Program kerja tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN Kelompok 4 UMRI yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pemerintah kelurahan memiliki gambaran wilayah yang lebih jelas, terstruktur dan mudah dipahami.
Peta tersebut tidak hanya menampilkan batas administratif Kelurahan Tampan. Di dalamnya juga terdapat pembagian wilayah RW, jaringan jalan, aliran sungai hingga sejumlah titik fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di kawasan tersebut.
Penyusunan peta ini mencakup batas administrasi Kelurahan Tampan serta pembagian wilayah RW 01 hingga RW 04. Sejumlah fasilitas penting juga dicantumkan, di antaranya Kantor Kelurahan Tampan, SDN 137 Pekanbaru, Yapson School, serta sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Fasilitas tersebut antara lain Posyandu Anggrek, Posyandu Bina Keluarga Balita, Posyandu Oleander dan Posyandu Jambu.
Dengan adanya informasi tersebut, peta diharapkan tidak sekadar menjadi pajangan di kantor kelurahan, tetapi juga dapat menjadi media informasi spasial yang membantu masyarakat maupun perangkat kelurahan memahami kondisi wilayah secara lebih menyeluruh.
Ketua Kelompok 4 KKN UMRI, Reza Putra Pratama, mengatakan, penyusunan peta administrasi dilakukan karena informasi mengenai wilayah perlu disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai salah satu media pendukung bagi kelurahan.
"Peta administrasi ini kami harapkan dapat menjadi salah satu media informasi bagi Kelurahan Tampan, khususnya dalam mengenali batas wilayah RW, sebaran fasilitas umum, serta memudahkan koordinasi antarwarga maupun dengan pemerintah kelurahan," ujar Reza, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, keberadaan peta administrasi juga dapat membantu memberikan gambaran visual mengenai kondisi wilayah. Dengan begitu, informasi mengenai posisi suatu fasilitas, batas wilayah maupun jaringan jalan dapat diketahui dengan lebih mudah.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN Kelompok 4 UMRI tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi.
Tim memadukan tiga sumber data utama, yakni Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang diterbitkan Badan Informasi Geospasial (BIG), citra satelit dari Google, serta hasil survei langsung di lapangan.
Penggunaan berbagai sumber data tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sekaligus melakukan pencocokan antara data yang tersedia dengan kondisi faktual di lapangan.
Mahasiswa melakukan survei untuk memastikan sejumlah informasi yang ditampilkan dalam peta sesuai dengan kondisi wilayah Kelurahan Tampan.
Data yang diperoleh kemudian diolah melalui tahapan digitalisasi hingga menghasilkan peta administrasi yang dapat digunakan sebagai media informasi.
Peta tersebut disusun dengan skala 1:9.500, menggunakan proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) dan sistem datum WGS 1984 Zona 47 North.
Proses tersebut menjadi bagian penting dari program kerja karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan produk visual, tetapi juga memperhatikan aspek teknis dalam penyusunan peta.
Pendampingan juga dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMRI, Esti Raihana. Esti memberikan arahan dan masukan secara berkelanjutan selama proses penyusunan peta. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap pengumpulan data, survei lapangan, pengolahan informasi hingga digitalisasi peta.
Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama berada di lingkungan akademik ke dalam persoalan nyata di tengah masyarakat.
Setelah seluruh tahapan penyusunan selesai, Peta Administrasi Kelurahan Tampan kemudian diserahkan kepada pihak kelurahan.
Peta tersebut selanjutnya dipajang di dalam Kantor Kelurahan Tampan agar dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh perangkat kelurahan maupun masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kondisi administratif wilayah.
Penyerahan ini menjadi salah satu bagian penting dari program kerja KKN Kelompok 4 UMRI. Sebab, hasil kegiatan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian, melainkan dapat terus dimanfaatkan oleh pihak kelurahan.
Keberadaan peta diharapkan dapat membantu perangkat kelurahan ketika membutuhkan gambaran visual mengenai wilayah kerja, termasuk dalam mengenali pembagian RW, lokasi fasilitas umum dan sosial serta jaringan jalan dan aliran sungai.
Lebih jauh, peta tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.
Program penyusunan Peta Administrasi Kelurahan Tampan menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik dalam program KKN, tetapi juga berupaya menghasilkan sesuatu yang memiliki manfaat nyata bagi lingkungan tempat mereka melaksanakan pengabdian.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal dokumentasi dan informasi wilayah.
Interaksi selama proses pengumpulan data dan survei lapangan juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi dengan masyarakat serta perangkat Kelurahan Tampan.
Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi sarana membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Bagi Kelompok 4 KKN UMRI, peta administrasi tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk warisan program kerja yang tetap memiliki manfaat setelah kegiatan KKN berakhir.
“Harapannya, peta yang sudah kami serahkan ini dapat terus dimanfaatkan oleh pihak kelurahan dan masyarakat. Tidak hanya sebagai informasi visual, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan administrasi dan perencanaan pembangunan wilayah," harapnya.

