RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepulan asap dan panas yang menyengat tak menyurutkan langkah para Polisi Wanita (Polwan) Brimob Polda Riau untuk turun langsung ke garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dengan perlengkapan pemadaman yang tersedia, para Polwan ikut berjibaku memadamkan kobaran api di Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Senin, 24 Agustus 2026.
Aksi tersebut dipimpin Kasubbag Dalops Bag Ops Satuan Brimob Polda Riau AKP Febrianti, Sebanyak delapan personel Polwan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari dua personel Polwan Brimob Polda Riau dan enam personel Polwan Polda Riau.
Setibanya di lokasi, para personel langsung bergerak mendekati titik api. Mereka bersama petugas lainnya berupaya melokalisasi dan memadamkan kobaran agar tidak menjalar semakin luas ke area di sekitarnya.
Di tengah kondisi medan yang penuh asap dan panas, para Polwan tetap menunjukkan ketangguhan. Mereka tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga memperhatikan kondisi personel lain yang bertugas di lapangan.
Masker dibagikan kepada petugas untuk membantu mengurangi paparan asap, sementara air minum disediakan sebagai bentuk kepedulian terhadap personel yang harus bekerja dalam kondisi cuaca panas dan medan yang berat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan Karhutla sekaligus memastikan seluruh personel tetap dapat menjalankan tugas dengan aman.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kepedulian personel yang terjun langsung ke lokasi kebakaran.
“Saya mengapresiasi semangat seluruh personel, khususnya Polwan Brimob Polda Riau yang turun langsung membantu pemadaman. Ini merupakan bentuk nyata bahwa Brimob hadir dan siap memberikan kontribusi terbaik dalam setiap situasi,” ujar Kombes Pol I Ketut.
Ia menegaskan, keberanian dalam menjalankan tugas harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan. Keselamatan personel, kata dia, menjadi hal utama dalam setiap operasi penanganan karhutla.
“Namun saya tekankan, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Laksanakan tugas dengan disiplin, jaga kekompakan dan terus bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat,” tegasnya.
Kehadiran Polwan di tengah kepungan asap Karhutla menunjukkan bahwa tugas pengabdian tidak mengenal batas gender maupun medan. Ketangguhan mereka menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.
Bukan sekadar memadamkan api, para Polwan juga membawa pesan kepedulian. Di tengah asap yang membatasi jarak pandang dan panas yang menguras tenaga, mereka hadir bersama personel lainnya untuk menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Semangat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa setiap personel Polri memiliki peran dalam menghadapi bencana. Dengan keberanian, kepedulian, serta sinergi di lapangan, upaya pengendalian karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan maksimal.

