RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru resmi memiliki pimpinan baru. Eko Ari Wibowo dipercaya menjabat sebagai Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru menggantikan Yuniarto yang mendapat penugasan baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Pergantian tersebut menjadi bagian dari rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Ditjenpas. Eko Ari Wibowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan pada Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat.
Sementara itu, Yuniarto yang sebelumnya memimpin Lapas Kelas IIA Pekanbaru dimutasi untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat.
Mutasi kedua pejabat tersebut tertuang dalam daftar mutasi pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dalam daftar tersebut, Yuniarto yang berpangkat Pembina Tingkat I (IV/b) bertukar posisi dengan Eko Ari Wibowo yang berpangkat Pembina (IV/a).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudi F Sianturi, membenarkan adanya pergantian pucuk pimpinan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru tersebut.
"Benar, Yuniarto digantikan Eko Ari Wibowo sebagai Kalapas Kelas IIA Pekanbaru," kata Rudi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pergantian tersebut menjadi perhatian karena Yuniarto selama menjabat sebagai Kalapas Kelas IIA Pekanbaru dikenal aktif mendorong berbagai program pembinaan bagi warga binaan.
Di bawah kepemimpinannya, Lapas Pekanbaru tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga mengembangkan berbagai program kemandirian dan pemberdayaan warga binaan.
Sejumlah program bahkan menjadi inovasi yang mendapat perhatian, mulai dari penguatan ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur, budidaya tanaman hidroponik, hingga pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Program peternakan ayam petelur menjadi salah satu kegiatan yang dikembangkan untuk memberikan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian warga binaan.
Selain menghasilkan telur, program tersebut juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Selain sektor peternakan, Lapas Pekanbaru juga mengembangkan budidaya hidroponik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mengubah pola pembinaan dari sekadar menjalani hukuman menjadi proses mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat.
Tak hanya program kemandirian, Lapas Pekanbaru di bawah kepemimpinan Yuniarto juga aktif menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan. Sinergi dengan berbagai instansi pemerintah turut diperkuat, termasuk dalam bidang kesehatan, lingkungan hidup, pemberdayaan serta pembinaan warga binaan.
Kini, tongkat kepemimpinan tersebut beralih kepada Eko Ari Wibowo. Bagi Eko, lingkungan pemasyarakatan bukanlah dunia baru. Sebelum dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Pekanbaru, ia telah mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Barat.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Eko dalam menjalankan tugas barunya di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, khususnya dalam melanjutkan program pembinaan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

