Udara Pekanbaru Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

udara-pekanbaru-tak-sehat.jpg
Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Rabu, 12 Agustus 2026 tidak sehat (BMKG)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Rabu, 12 Agustus 2026 berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang ditampilkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mengacu pada laman resmi BMKG, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB tercatat mencapai 56,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sempat melonjak tajam pada dini hari.

Berdasarkan grafik riwayat PM2.5 BMKG, konsentrasi pada pukul 00.00 WIB berada di kisaran 90 µg/m³. Kemudian pada pukul 01.00 WIB, angkanya melonjak hingga sekitar 200 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Setelah mencapai titik tertinggi tersebut, konsentrasi PM2.5 berangsur turun. Pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, angkanya masih berada di kisaran 110 µg/m³.



Konsentrasi kemudian turun menjadi sekitar 76 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan kembali berada di kisaran 50-70 µg/m³ pada jam berikutnya. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi sempat kembali meningkat hingga sekitar 70 µg/m³ sebelum berada di angka 56,9 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB.

BMKG menjelaskan, particulate matter (PM2.5) merupakan partikel udara yang memiliki ukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm).

Karena ukurannya sangat kecil, partikulat ini dapat menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas udara.

Data BMKG tersebut menunjukkan kondisi udara Pekanbaru pada Rabu pagi belum sepenuhnya berada pada kategori baik. Bahkan, lonjakan konsentrasi pada dini hari memperlihatkan adanya periode ketika kualitas udara memburuk secara signifikan.

Masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat konsentrasi partikulat meningkat dapat menjadi langkah kehati-hatian.

Data kualitas udara tersebut dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi BMKG untuk melihat perubahan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru.