Kasus HIV/AIDS Pelajar dan Mahasiswa Mendominasi di Riau, Pencegahan Harus Diperkuat

Ilustrasi-HIVAIDS.jpg
Ilustrasi pencegahan HIV/AIDS di sekolah dan kampus (AI Gemini)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tren penularan HIV/AIDS di kalangan pelajar dan mahasiswa terus meningkat dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, berdasarkan data skrining tahun 2025, dari sekitar 195.298 orang yang diskrining, ada 1.170 orang yang teridentifikasi HIV. 

"Dari 1.170 orang yang teridentifikasi HIV, paling banyak berasal dari kelompok umur pelajar dan mahasiswa. Setelah kita telusuri lagi, penularan ini paling banyak terjadi dalam hubungan LSL (Lelaki seks Lelaki), yang masuk dalam kategori LGBT," ujarnya, usai menggelar Penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS di MAN 2 Kota Pekanbaru, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tren penularan HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan kampus ini harus menjadi perhatian dan diwaspadai oleh seluruh Pemerintah Kota (Pemko) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Riau. 

Ia meminta agar Pemko dan Pemkab di Provinsi Riau dapat saling bersinergi bersama instansi-instansi terkait, untuk melakukan upaya-upaya pencegahan penularan HIV/AIDS, seperti melakukan sosialisasi ke sekolah dan kampus. 

"Kami mendorong Pemko dan Pemkab untuk memberantas HIV/AIDS dan terus menggencarkan sosialisasi kepada generasi muda di sekolah dan kampus," jelasnya. 



Ia menyebut Diskes Riau juga memberi perhatian lebih pada kasus di Kota Pekanbaru yang tercatat menjadi kota dengan angka penularan HIV/AIDS tertinggi se-Riau. 

Ia menjelaskan, tingginya kasus HIV/AIDS di Riau dikarenakan jumlah penduduk Kota Pekanbaru juga yang paling tinggi. 

"Karena memang dari sekitar 7 juta penduduk di Riau, sebanyak 1,2 juta penduduk ada di Kota Pekanbaru. Kemudian sebagian besar universitas dan sekolah juga ada di Kota Pekanbaru," jelasnya. 

Di Kota Pekanbaru sendiri, kata dia, Diskes Riau juga akan terus bersinergi dengan Pemko Pekanbaru, Kemenag, KPA dan lembaga-lembaga sosial dan keagamaan untuk terus menggencarkan sosialisasi HIV/AIDS di sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi beserta lembaga pendidikan sederajat lainnya.