Tiga Gadis Peluk Islam Diwarnai Isak Tangis, Disaksikan Jamaah Masjid Raya An Nur

3-perempuan-masuk-islam2.jpg
Tiga gadis resmi memeluk agama Islam di Masjid Raya An Nur, Pekanbaru, Jumat 24 Juli 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru menyelimuti Masjid Raya An Nur Provinsi Riau usai pelaksanaan Salat Jumat, Jumat, 24 Juli 2026. Tiga gadis resmi memeluk agama Islam. 

Santi Mardalena Duha (24), Ivonne Kamppainen Kelinduan (13), dan Elizabeth Kamppainen Kelinduan (12), bersyahadat syahadat disaksikan jamaah Masjid Raya An Nur.

Sebelum bersyahadat, mereka mengungkap alasan di balik keputusan besar itu kepada Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Ir. Rubianto.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Santi mengaku telah lama tertarik mempelajari ajaran Islam. Ketertarikannya semakin besar setelah merasakan ketenangan setiap kali melihat dan mempelajari ibadah salat.

"Saya merasa nyaman belajar tentang Islam. Saat melihat dan belajar salat, hati saya terasa tenang. Karena itu saya mantap memilih masuk Islam," ujar Santi.

Tangis Santi pecah saat mulai melafalkan dua kalimat syahadat. Ia beberapa kali menghentikan ucapannya karena tak mampu menahan haru. Meski demikian, prosesi berjalan dengan lancar hingga selesai.

Sementara itu, Ivonne dan Elizabeth Kamppainen Kelinduan, dua kakak beradik yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mengaku ketertarikannya terhadap Islam tumbuh sejak sering diajarkan ayahnya mengenai kisah dan nama-nama para nabi.



"Ayah sering mengajarkan saya nama-nama nabi. Saya senang belajar tentang itu, sehingga saya ingin masuk Islam," kata Ivonne.

Elizabeth menyebut sang ayah selama ini juga sering mengenalkan ajaran Islam dan menceritakan kisah-kisah para nabi yang membuatnya semakin penasaran untuk mempelajarinya.

"Saya senang belajar tentang Islam dari ayah. Itu yang membuat saya ingin menjadi seorang Muslim," tutur Elizabeth.

Ketiganya kemudian dibimbing mengucapkan dua kalimat syahadat beserta artinya. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat. 

Santi kembali tak mampu membendung air mata ketika mengucapkan ikrar keislamannya. Sementara Ivonne dan Elizabeth tampak lancar mengikuti setiap lafal syahadat yang dibimbing oleh Rubianto.

Begitu prosesi selesai, gema takbir dari para jamaah memenuhi ruang utama Masjid Raya An Nur sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya saudara seiman.

Rubianto mengingatkan bahwa memeluk Islam harus dibarengi dengan akhlak yang baik, terutama kepada kedua orang tua dan keluarga yang masih memiliki keyakinan berbeda.

"Masuk Islam bukan berarti memutus hubungan dengan keluarga. Tetap hormati, sayangi, dan berbuat baik kepada kedua orang tua meskipun berbeda keyakinan. Tunjukkan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang dan akhlak yang mulia," pesan Rubianto.

Ia juga mengajak ketiganya untuk terus belajar memahami ajaran Islam secara bertahap melalui Mualaf Center An Nur agar keimanan mereka semakin kuat.

Sebagai bentuk kepedulian, para jamaah yang menyaksikan prosesi tersebut memberikan santunan kepada ketiga mualaf. Mereka juga menerima perlengkapan ibadah, seperti mukena, sajadah, Alquran, dan perlengkapan salat lainnya sebagai bekal awal dalam menjalankan ibadah sebagai seorang Muslim.

Momen penuh haru itu pun menjadi perhatian jamaah yang hadir. Banyak di antara mereka turut mendoakan agar ketiga mualaf tersebut diberikan keteguhan hati, kemudahan dalam mempelajari ajaran Islam, serta senantiasa mendapat keberkahan dalam menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim.