Marak Oli Oplosan, Begini Cara Cek Keaslian Produk Otomotif Tanpa Aplikasi

QTRUST.jpg
SeQure telah diimplementasikan pada produk pelumas dan suku cadang otomotif (Istimewa)

RIAU ONLINE, JAKARTA — Terbongkarnya pabrik oli palsu berbahan oli bekas di Cengkareng, Jakarta Barat, pada awal September 2026 kembali mengingatkan bahwa produk tiruan beredar sangat dekat dengan konsumen sehari-hari. Kemasan yang dibuat semirip mungkin dengan produk resmi membuat pembeli hampir tidak mungkin membedakannya dengan mata telanjang. 

Menjawab persoalan ini, QTRUST — perusahaan teknologi anti-pemalsuan asal Jakarta — mengajak masyarakat memanfaatkan SeQure, teknologi autentikasi produk berbasis kode QR berpaten yang memungkinkan siapa pun memastikan keaslian barang hanya dengan kamera ponsel. 

Skala persoalannya tidak kecil. Studi Dampak Pemalsuan terhadap Perekonomian Indonesia yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama Institute for Economic Analysis of Law & Policy Universitas Pelita Harapan mencatat kerugian ekonomi akibat produk palsu mencapai Rp291 triliun, dengan lebih dari 2 juta kesempatan kerja yang hilang. Pelumas dan suku cadang otomotif termasuk kategori yang disorot dalam studi tersebut, bersama kosmetik, farmasi, serta makanan dan minuman. 

“Pemalsuan hari ini bukan lagi soal kemasan yang jelek dan mudah dikenali. Pemalsu meniru kemasan sampai ke detail terkecil, dan yang menanggung akibatnya adalah konsumen: mesin rusak, garansi ditolak, bahkan risiko kesehatan. Kami ingin konsumen punya cara yang sederhana dan pasti untuk membuktikan keaslian sebelum membeli — cukup scan, tanpa perlu menjadi ahli,” ujar CEO QTRUST, Mario. 

Satu Kode untuk Satu Produk 

Berbeda dari QR biasa yang bisa difoto dan dicetak ulang siapa saja, setiap kemasan yang dilindungi SeQure membawa kode QR unik — satu kode untuk satu unit produk — yang dicetak dengan lapisan pengaman anti-salin berpaten (QR Copyproof, paten IDS000004556). Lapisan ini dirancang agar hasil fotokopi, pemindaian ulang, atau cetak ulang kode dapat dikenali sebagai salinan saat diverifikasi. 

Konsumen cukup mengarahkan kamera ponsel ke kode tersebut, tanpa mengunduh aplikasi apa pun. Dalam hitungan detik, layar menampilkan status produk: asli dan belum pernah dipindai, asli namun sudah pernah dipindai sebelumnya, atau kode tidak dikenali. Informasi ini penting, karena kode asli yang tiba-tiba muncul di banyak lokasi berbeda adalah tanda kuat bahwa kode tersebut telah disalin secara massal. 

Di sisi produsen, setiap pemindaian tercatat beserta waktu dan wilayahnya. Pola yang tidak wajar — misalnya kode yang sama dipindai di dua kota pada hari yang sama, atau lonjakan pemindaian di luar wilayah distribusi resmi — langsung terdeteksi dan memberi produsen peta titik rawan pemalsuan yang dapat ditindaklanjuti bersama aparat. 



Lindungi Produk Otomotif Skala Nasional 

SeQure telah diimplementasikan pada produk pelumas dan suku cadang otomotif di ekosistem Astra Honda Motor (AHM), serta dipercaya oleh Astra Motor, Astra Daihatsu, dan MPM. Di jaringan dealer, pemindaian dilakukan baik oleh konsumen maupun oleh petugas bengkel resmi sebagai bagian dari proses layanan, sehingga produk tiruan dapat disaring sebelum sampai ke kendaraan pelanggan. 

“Otomotif adalah sektor yang paling terasa dampaknya karena oli dan suku cadang palsu langsung berhubungan dengan keselamatan di jalan. Kami mulai dari sana, dan kini teknologi yang sama siap dipakai oleh merek di sektor lain yang menghadapi masalah serupa — dari kosmetik, suplemen, hingga produk konsumen sehari-hari,” lanjut Mario, Senin, 7 September 2026. 

Manfaat bagi Konsumen dan Merek 

Bagi konsumen, SeQure memberi kepastian di titik pembelian: verifikasi gratis, tanpa aplikasi, tanpa registrasi, dan hasilnya langsung terbaca. Pada merek tertentu, pemindaian yang sama juga menjadi pintu masuk registrasi garansi resmi dan program loyalitas, sehingga konsumen mendapat manfaat tambahan dari kebiasaan memeriksa keaslian. 

Bagi pemilik merek, SeQure berjalan tanpa mengubah lini produksi — label keamanan ditempel di akhir proses pengemasan, atau kode dicetak langsung pada kemasan. Produsen memperoleh visibilitas distribusi yang sebelumnya tidak dimiliki: di mana produk dipindai, seberapa sering, dan di mana muncul anomali. Data ini dipakai untuk penindakan, perbaikan jalur distribusi, dan perlindungan reputasi merek. 

Tiga langkah memastikan produk asli 

  1. Cari kode QR keamanan di kemasan. Pada produk yang dilindungi SeQure, kode biasanya berada pada label pengaman atau segel kemasan. 

  2. Scan dengan kamera ponsel — tidak perlu mengunduh aplikasi. Pastikan alamat verifikasi yang muncul adalah domain resmi produsen atau QTRUST/SeQure, bukan tautan pendek yang tidak dikenal. 

  3. Baca hasilnya. Jika kode tidak dikenali, atau tercatat sudah dipindai berkali-kali di lokasi berbeda, jangan membeli dan laporkan ke produsen melalui kanal resmi. 

QTRUST juga mengingatkan bahwa pemalsu kini turut meniru tampilan halaman verifikasi dengan domain yang menyerupai merek resmi. Karena itu, konsumen dianjurkan memperhatikan alamat situs yang terbuka setelah pemindaian.