Hujan Kembali Menyapa, Titik Panas di Riau Perlahan Berkurang

Ilustrasi-hujan7.jpg
Ilustrasi hujan (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Langit Provinsi Riau akan kembali diselimuti hujan pada Senin, 20 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hampir sebagian besar wilayah akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Putri Santy S, menjelaskan hujan telah terdeteksi di sejumlah daerah sejak pagi.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Dumai, dan sebagian Kota Pekanbaru," ujarnya.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang hingga sore, serta malam hari.

Memasuki malam hari, hujan masih diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru. Sementara pada dini hari, hujan ringan masih berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.



Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) di Riau mengalami penurunan seiring meluasnya potensi hujan. BMKG mencatat 10 titik panas di Riau berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB.

"Di Provinsi Riau terpantau 10 titik panas yang tersebar di empat kabupaten," kata dia.

Titik panas terbanyak ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 6 titik. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir dua titik, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing satu titik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera dilakukan penanganan.