RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengecam kericuhan yang diduga disebabkan konflik di antara kedua kadernya di Gedung DPRD Provinsi Riau, pada Kamis 16 Juli 2026.
"Memalukan!" ujarnya, Jumat 17 Juli 2026.
Menurutnya, kedua Kader Golkar tersebut seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Apalagi mereka bukan hanya anggota DPRD Riau, tetapi menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Riau dan Ketua Komisi V DPRD Riau.
"Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa menegangkan karena aksi premanisme terjadi di dalam Gedung DPRD Provinsi Riau pada Kamis, 16 Juli 2026. Lobby DPRD Provinsi Riau yang biasanya sunyi mendadak ramai oleh kerumunan orang, usai Rapat Banggar DPRD Riau dan TAPD Pemprov Riau selesai, sekitar pukul 14.40 WIB.
Berdasarkan keterangan sejumlah pihak, kericuhan bermula dari percekcokan antara Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet, dalam rapat tersebut. Keduanya merupakan anggota dari Fraksi Golkar DPRD Riau.
Atas peristiwa ini, Sekwan DPRD Riau juga mengatakan akan melaporkan oknum-oknum yang membuat kericuhan kepada pihak kepolisian.

