Komisi IX DPR RI-BBPOM Gencar Edukasi Pangan Aman, Wujudkan Desa Bebas Stunting

edukasi-stunting-oleh-bpom-dpr.jpg
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi oleh BBPOM Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, di Kecamatan Tapung Hulu, Kampar (Dok BBPOM Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan aman dan pencegahan stunting terus digencarkan hingga ke tingkat desa. 

Salah satunya melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, di Dusun 3 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki balita, kader Posyandu, kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat desa setempat turut memadati lokasi acara.

Kehadiran masyarakat yang begitu besar menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap isu kesehatan keluarga, terutama dalam upaya mencegah stunting yang masih menjadi salah satu tantangan pembangunan kesehatan nasional.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari keluarga.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal melalui pemenuhan gizi yang cukup dan pola hidup sehat.

"Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, hingga masyarakat itu sendiri. Keluarga adalah garda terdepan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," ujar Sahidin, Minggu, 31 Mei 2026.



Ia juga menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat agar semakin memahami cara memilih pangan yang aman dan bergizi bagi keluarga.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat mendapatkan pengetahuan yang benar tentang pentingnya konsumsi pangan aman dan bergizi. Jika dimulai dari rumah tangga, maka upaya menekan angka stunting akan lebih efektif," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, menyampaikan berbagai materi terkait keamanan pangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia menjelaskan bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi keluarga sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak. Menurutnya, masyarakat harus lebih teliti dalam memilih produk pangan maupun obat-obatan yang beredar di pasaran. 

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan prinsip "Cek KLIK", yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.

"Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas. Jangan hanya tergiur harga murah atau kemasan menarik. Pastikan produk yang dibeli memiliki izin edar resmi dan masih layak dikonsumsi. Ini penting untuk melindungi kesehatan keluarga, terutama anak-anak," jelas Alex Sander.

Ia menambahkan bahwa pangan yang aman bukan hanya berkaitan dengan kandungan gizinya, tetapi juga harus terbebas dari bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

"Pangan yang aman dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam pemenuhan gizi anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik sejak dini, maka risiko stunting dapat ditekan secara signifikan," katanya.

Kegiatan KIE yang digelar BBPOM di Pekanbaru bersama Komisi IX DPR RI ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas edukasi kesehatan hingga ke pelosok desa.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pangan aman, pola hidup sehat, dan pemenuhan gizi yang tepat sebagai langkah strategis dalam menciptakan generasi bebas stunting.