RIAU ONLINE, PEKANBARU – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam mendorong masyarakat membudayakan pemilahan sampah dari rumah mulai menunjukkan hasil positif. Antusias warga untuk menukarkan sampah anorganik di Waste Station terus meningkat sejak fasilitas tersebut mulai beroperasi.
Waste Station merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang dirancang untuk mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah dari masyarakat agar dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat terlihat dari jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dalam waktu relatif singkat.
“Dalam dua bulan Waste Station yang di RTH Jalan Ahmad Yani beroperasi, sudah mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah. Antusias masyarakat tinggi,” kata Reza, Senin 25 Mei 2026.
Saat ini, Waste Station baru tersedia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru. Sejak mulai beroperasi pada 20 Maret 2026 hingga saat ini, tercatat sebanyak 8,5 ton sampah anorganik telah diterima di lokasi tersebut.
Menurut Reza, keberadaan Waste Station bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan budaya daur ulang.
“Waste Station akan kita tambah lagi. Kami menggandeng pihak swasta membangun Waste Station ini di sejumlah lokasi,” terangnya.
DLHK Pekanbaru berencana menambah lima Waste Station baru di beberapa titik, yakni di kawasan RTH Ratu Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman, Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya.
Reza menjelaskan, masyarakat cukup membawa sampah nonorganik ke Waste Station untuk ditukarkan. Namun sebelumnya, warga diwajibkan mengunduh aplikasi Rekosistem sebagai bagian dari sistem penukaran sampah tersebut.
Adapun jenis sampah anorganik yang dapat ditukarkan meliputi plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.
“Warga bisa datang ke Waste Station. Poin yang terkumpul bisa ditukar menjadi uang elektronik atau saldo ke aplikasi,” pungkasnya.

