RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru menyelimuti Masjid Raya An Nur saat empat warga Pekanbaru resmi memeluk agama Islam, Jumat, 8 Mei 2026.
Didampingi keluarga dan kerabat dekat, prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung khidmat dan disaksikan jemaah yang hadir di masjid kebanggaan masyarakat Riau tersebut.
Keempat mualaf itu Rico Fernando (31), Februarianrito (28), Eka Lamtiurma (19), dan Lamtio Paulia Lubis (20).
Dua pria dan dua wanita tersebut tampak tenang, penuh keyakinan saat berjalan menuju barisan depan shaf pria untuk menjalani prosesi sakral pengislaman. Satu per satu mereka bersyahadat dengan bimbingan Pengurus Mualaf Center An Nur, Rubianto.
Momen paling menyentuh datang dari Rico Fernando. Pria 31 tahun itu mengaku telah beberapa kali mendapatkan mimpi yang semakin menguatkan niatnya untuk memeluk Islam.
"Saya sebelumnya ingin masuk Islam itu karena tiga kali bermimpi. Pertama saya melihat orang dengan wajah bercahaya karena wudhu. Kemudian saya bermimpi diajak salat, dan yang terakhir saya bermimpi ingin membawa ibu saya masuk Islam," ujar Rico dengan mata berkaca-kaca.
Pengakuan Rico sontak membuat suasana di dalam masjid menjadi hening. Beberapa jemaah tampak ikut terharu mendengar cerita spiritual yang dialami pria tersebut.
Rico mengaku perjalanan batinnya menuju Islam bukan keputusan yang datang secara tiba-tiba. Menurutnya, mimpi-mimpi tersebut terus hadir dan membuat hatinya semakin mantap untuk mencari tahu lebih dalam tentang Islam.
"Saya merasa hati saya tenang setelah memutuskan masuk Islam. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik," katanya dengan suara bergetar.
Saat mengucapkan dua kalimat syahadat, Rico tampak begitu emosional. Dengan penuh semangat, ia kemudian mengangkat tangan dan mengucapkan takbir “Allahu Akbar” dengan suara lantang usai resmi menjadi mualaf.
Tak hanya Rico, tiga mualaf lainnya juga tampak lancar mengikuti bimbingan syahadat meski beberapa kali terdengar terbata-bata karena menahan haru dan gugup.
"Saya masuk Islam karena keinginan hati dan tanpa paksaan," ujar Februarianrito.
Sementara itu, Lamtio mengaku masuk Islam karena faktor-faktor lingkungan dan tempat tinggal banyak orang Islam serta sering belajar Islam dari Kecil.
"Waktu kecil memang sering belajar Islam dan di sekitar tempat tinggal banyak muslim sehingga saya tertarik memeluk agama Islam," tegasnya.
Keempatnya kemudian mengikrarkan syahadat mengikuti ucapan Rubianto. Usai prosesi selesai, keempat mualaf tampak sumringah. Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka setelah resmi menjadi bagian dari umat Islam.
Dalam kesempatan itu, Rubianto turut memberikan pesan kepada para mualaf agar tetap istiqomah menjalani ajaran Islam dan terus memperdalam ilmu agama.
"Setelah ini jangan lupa mandi besar. Yang paling penting tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga meskipun berbeda keyakinan," pesan Rubianto.
Ia juga mengingatkan agar para mualaf tidak pernah mempermainkan agama dan tetap konsisten dalam menjalankan keyakinan yang baru dipilih.
"Tetap istiqomah, jangan pernah kembali ke agama sebelumnya apalagi mempermainkan agama. Terus belajar salat, wudhu, dan bacaan salat," lanjutnya.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap kepada keempat mualaf tersebut.
Suasana hangat semakin terasa ketika jamaah yang menyaksikan prosesi itu satu per satu memberikan ucapan selamat. Bahkan beberapa di antaranya tampak memeluk para mualaf dengan penuh haru dan kebahagiaan.
Momen tersebut menjadi gambaran indah tentang persaudaraan dan penerimaan hangat umat Islam kepada saudara baru mereka di Masjid Raya An Nur.

