RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aktivis Islam di Provinsi Riau menggelar silaturahmi dan Halal bi Halal Idul Fitri di rumah tokoh masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus, Jalan Jalan Nurul Ikhlas 23, Rintis, Pekanbaru, Minggu, 5 April 2026.
Hj Azlaini Agus mengatakan silaturahmi itu modal bagi perjuangan agar tercapainya keberhasilan sebuah gerakan atau misi. Perbedaan bukan menjadi kemunduran pergerakan kemasyarakatan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebajikan.
"Betapa beruntungnya kita, kita di Islam ada ukhuwah. Itu jadi modal perjuangan. Ada gesekan kecil, selesaikan segera. Tak ada kusut tak bisa diurai, tak ada keruh tak bisa dijernihkan," ungkap Hj Azlaini Agus, di depan ulama, tokoh dan aktivis Islam, di rumahnya.
Hadir dalam silaturahmi dan Halal bi Halal di Rumah Pergerakan Umat antara lain Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau 1, Achmad, Ustaz Muhammadun, Ustaz Zulhusni Domo, Ust Dr Hikmatullah, Ustaz Irwan Said, serta tokoh-tokoh Islam Riau lainnya.
Sementara itu, Ustaz Muhammadun menjelaskan amar ma'ruf nahi munkar itu bentuk tanda sayang, dan cinta umat kepada pemimpin. Rakyat harus peduli supaya pemimpin itu fokus membawa bangsa dan negara ini lebih maju sesuai konstitusi.
"Kita aksi tutup KTV dan Karaoke Paragon sebelum puasa Ramadan kemarin itu merupakan bagian dari amar maruf nahi munkar, sayang kepada pemimpin kita," jelasnya.
Ia menjelaskan, para aktivis Islam itu tahu akan aturan serta regulasi perundang-undangan yang berlaku. Namun, tanpa dukungan dari semua pihak, tokoh-tokoh lainnya, pergerakan akan menjumpai jalan terjal.
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Riau I, Achmad, mengatakan silaturahmi mempertautkan apa selama ini di antara insan. Tingkat lebih tinggi silaturahmi itu adalah silaturahmi Aqli memicu lahirnya ide-ide pemikiran serta konsep-konsep kemajuan kemasyarakatan.
Achmad mengatakan, orang baik melakukan banyak kebaikan itu tidak banyak.
"Musuh umat Islam itu adalah kebodohan dan kemiskinan. Negara-negara mayoritas penduduk Islam kebanyakan miskin, padahal kaya dari sumber daya alam. Kebodohan ini membuat tak maju. Itu harus dilawan," tutupnya.

