Jelang Kemarau, Plt Gubernur Riau Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Plt-Gubernur-Riau-Minta-Pejabat-Baru-Dilantik-Jaga-Amanah-dan-Tidak-Buat-Gaduh.jpg
Plt Gubernur Provinsi Riau, SF Hariyanto saat memberi keterangan pada Senin, 26 Januari 2026. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengajak masyarakat Riau untuk mencegah Bumi Lancang Kuning dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini disampaikannya, mengingat Riau sudah menjelang musim kemarau di tahun 2026.

SF meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena lahan di Riau didominasi gambut, sehingga cukup rawan terbakar saat cuaca panas.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga. Jangan membuka lahan dengan cara membakar," katanya, Rabu, 28 Januari 2026.

Sebagai upaya pencegahan karhutla, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meningkatkan sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau.

"Pemprov Riau dan Forkopimda Riau akan bersama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan karhutla," ujarnya.



Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru, mendeteksi 46 titik panas atau hotspot di 6 kabupaten/kota, hari ini.

Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 20 titik. Kemudian disusul 13 titik panas di Kabupaten Bengkalis, 7 titik di Kabupaten Pelalawan, 4 titik di Kabupaten Rokan Hilir. Sisanya berada di Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu dengan masing-masing 1 titik panas.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal menjelaskan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah terjadi di 14 titik yang tersebar di 6 kabupaten/kota di Riau. Hal ini menunjukkan musim hujan akan segera berakhir dan berganti menjadi musim kemarau.

Ia menjelaskan, 14 titik Karhutla itu diantaranya di Kabupaten Kampar 2 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, dan Kepulauan Meranti 3 titik. Kemudian di Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik, Kota Pekanbaru 4 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 1 titik.

"Tetapi, Alhamdulillah semua sudah berhasil dipadamkan. Sekarang sedang proses pendinginan di lokasi," ujarnya, Selasa, 27 Januari 2026.

"Total spot yang terbakar dari total 14 titik itu juga kecil," pungkasnya.