PKL ‘Kuasai’ Jembatan Siak IV, Pengendara: Tolong Ditertibkan Saja

PKL-di-jembatan-siak-iv.jpg
PKL di Jembatan Siak IV (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jembatan Siak IV yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman ke kawasan Rumbai, Pekanbaru, kembali menjadi sorotan. Bukan karena arsitekturnya yang megah atau pemandangannya yang indah saat senja, melainkan maraknya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jembatan.

Para pedagang mulai memadati sisi jembatan sejak sore hari hingga malam, menjual makanan ringan, minuman, hingga aksesoris. Sayangnya, aktivitas ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Ini sangat membahayakan. Kita yang bawa motor harus ekstra hati-hati karena ada pedagang dan pembeli yang berdiri di pinggir jembatan. Belum lagi kendaraan yang parkir sembarangan," ujar Rahmat (32), salah satu pengendara motor yang rutin melintasi jembatan tersebut, Selasa, 14 Oktober 2025.

Ironisnya, rambu-rambu larangan berdagang dan larangan parkir di sepanjang jembatan seolah diabaikan begitu saja oleh para PKL. Beberapa bahkan terlihat santai duduk di atas trotoar sambil melayani pembeli, tanpa mempedulikan lalu lintas yang tersendat.

Hal sama juga diungkapkan pengendara lainnya yang mengaku kesal dengan maraknya aktivitas perdagangan di Jembatan Siak IV.


"Nanti kalau mereka tertabrak, kita yang salah. Tolong ditertibkan saja," pesan Andri.

Tidak sedikit pula yang mempertanyakan kehadiran aparat penegak peraturan daerah, seperti Satpol PP. Mereka dinilai kurang sigap dalam menertibkan para pedagang.

"Satpol PP ke mana? Harusnya mereka segera turun tangan. Jangan tunggu sampai ada korban kecelakaan baru bergerak," keluh Andri.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya penertiban dari pihak berwenang. Jembatan yang semestinya menjadi simbol infrastruktur modern Kota Pekanbaru kini justru berubah fungsi menjadi pasar dadakan.

Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan tegas namun manusiawi, agar para pedagang dapat diarahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak, tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya.