RIAU ONLINE - Sebuah penelitian dari lembaga survei di Skotlandia menemukan lebih dari setengah warga Skotlandia tidak memiliki agama.
Jika dibandingkan dengan 40 persen warga saat survei yang dimulai pada tahun 1999, warga yang tidak beragama mengalami peningkatan. Berdasarkan survei sikap perilaku sosial Skotlandia, warga yang mengaku tidak beragama mencapai 52 persen.
Sementara itu, 15 persen warga memeluk agama Katolik dan pemeluk Kristen lainnya 11 persen. Masih berada pada level yang stabil. Sedangkan pemeluk non-Kristen tetap bertahan di 2 persen.
Penelitian yang dipublikasikan ScotCen Social Research, sebuah lembaga survei sosial, mengungkapkan bahwa jumlah warga yang hadir di tempat ibadah sangat rendah, ini tercatat sejak tahun 1999.
Dua pertiga warga Skotlandia pemeluk agama mengatakan bahwa mereka 'tidak pernah' menghadiri ritual-ritual keagamaan.
Menurut peneliti ScotCen, Ian Montagu, komitmen terhadap agama di Skotlandia, baik dari kesedian mengaku beragama dan untuk menghadiri pelayanan keagamaan mengalami penurunan.
"Namun, perubahan ini tidka muncul untuk mempengaruhi semua agama yang sama. Afiliasi dengan Gereja Skolandia menurun, sementara tingkat identifikasi dengan agama-agama lain tetap relatif tidak berubah," kata Ian Motagu, seperti dikutip dari BBC.
Survei perilaku sosial Skotlandia ini dilakukan pada Juli 2015 hingga Januari 2016. Tim survei mewawancarai sampel secara acak dengan 1.288 orang responden.
Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

