Tragis, Vaksin Sinovac Didistribusikan Gunakan Mobil Tak Berpendingin

Pendistribusian-vaksin-covid-19-7.jpg
(WAYAN SEPIYANA/Riau online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ada pemandangan yang aneh saat pendistribusian vaksin Virus Corona merek Sinovac dilakukan Pemerintah Provinsi Riau.

Jika untuk Kabupaten Kampar dan Pelalawan diangkut menggunakan mobil colt diesel dengan menggunakan mesin pendingin, maka untuk Vaksin Sinovac digunakan untuk Kota Pekanbaru cukup dengan mobil Toyota Hilux pelat merah BM 8372 TP. Huruf TP merupakan kode kendaraan untuk Kota Pekanbaru.

Sedangkan dua unit colt diesel lainnya dengan mesin pendingin pelat merah BM 8390 TP dan satu lagi pelat kuning B 9035 CXS untuk Kabupaten Kampar dan Pelalawan.

Sedangkan pemerintah menyebutkan vaksin itu telah ditempatkan pada ruangan yang memiliki suhu dengan rentang -2 sampai -8 derajat celcius.

Sementara itu, di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi menyebutkan sejumlah alat harus tersedia dalam penyimpanan vaksin. Termasuk saat pendistribusian, harus ada freezer atau pendingin ruangan.

Selain kebutuhan Vaccine Refrigerator dan freezer, harus direncanakan juga kebutuhan vaksin carrier untuk membawa vaksin ke lapangan serta cool pack sebagai penahan suhu dingin dalam Vaksin carrier selama transportasi vaksin.

Pada tahap distribusi juga dibutuhkan peralatan meliputi alat transportasi vaksin. Antara lain kendaraan berpendingin khusus, cold box, vaccine carrier, cool pack, dan cold pack.

Dibutuhkan juga alat pemantau suhu, seperti termometer, termograf, alat pemantau suhu beku, alat pemantau yang mencatat suhu secara terus-menerus, dan alarm.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan distribusi vaksin Covid-19 tahap awal untuk tiga daerah di Riau.

Tiga daerah itu meliputi, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

"Ya, untuk tahap pertama ini kita distribusikan ke Pekanbaru sebanyak 11040 dosis, ke Pelalawan 1800 dosis, kemudian Kampar 2400 dosis," kata Mimi.