Teh Tukul, Teh dari Buah Sentul Obat Jantung dan Kanker Karya Mahasiswa Unri

Teh-Tukul-dari-Buah-Sentul-atau-Kecapi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pernahkah Anda mendengar buah sentul? Atau buah kecapi? Buah ini memiliki nama latin Sandoricum koetjape, dari penelitian yang dilakukan mahasiswa Jurusan Bilogi Fakultas Matematika, Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau, memiliki banyak khasiat. 

Oleh para mahasiswa Biologi terdiri dari Hapiz Al Khairi, Azizul Berlyansah, Aldy Riau Wansyah, Nurul Izazah, dan Nur Anisah dibawah bimbingan Dr Ninik Nihayatul Wahibah, berhasil mengolah buah sentul menjadi teh herbal kemudian diberi nama Teh Tukul. 

Dari penelitian mereka, Teh Tukul membantu mencegah penyakit jantung, peradangan, mempercepat penyembuhan luka, menghambat pertumbuhan sel kanker, mempercepat metabolisme tubuh, bahkan bisa menjadi minuman pelangsing tubuh. 

“Untuk pengolahan bahan dalam membuat teh Tukul ini tergolong sederhana. Buah sentul dikumpulkan langsung dari pohon, kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya, kulit bagian luar dikupas dan kulit bagian dalam dipotong-potong, dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari hingga mengering,” ungkap Hapiz Al Khairi, 8 Agustus 2019. 

Buah sentul atau kecapi ini bentuknya pipih, cenderung bulat, diameter buahnya sekitar 5 cm, berwarna kuning keemasan, dan adanya bulu halus menempel di kulit.

Tim Buah Sentul atau Kecapi

MAHASISWA Biologi FMIPA Universitas Riau berhasil mengolah buah sentul atau kecapi menjadi teh herbal diberi nama Teh Tukul. 

 

Daging buahnya, bagian luar berwarna merah, agak keras dan rasanya sedikit asam bila dikonsumsi. Namun, bagian dalam, daging buah warnanya putih, lengket dengan biji, serta rasanya lebih manis. Biasanya dalam satu buah kecapi isinya kurang lebih 3 biji berwarna coklat berbentuk seperti telur.

Buah sentul ini berasal dari Semenanjung Malaysia. Pohonnya termasuk berukuran besar. Tingginya bisa sampai 30 meter dan begitu rimbun dengan daun-daun pada pohonnya.

Daun itu berukuran sampai 18 cm, bentuknya majemuk atau bulat tapi meruncing. Sementara itu, bunga pohon kecapi terletak pada ketiak daun, warnanya kuning-kuning agak kehijauan dan baunya lumayan harum.

Hapiz mengatakan, Teh Tukul mereka kembangkan menjdi minuman herbal sangat bermanfaat bagi kesehatan serta semakin banyak dilirik masyarakat luas.

"Teh ini kami kembangkan sendiri dan kami ikuti dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unri 2019 ini. Ide mengolah buah sentul sebagai teh herbal ini selanjutnya kami realisasikan melalui berbagai proses tahapan,” ceritanya. 

Teh Tukul, tuturnya, terbuat 100 persen dari buah sentul asli tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga teh ini sangat baik dikonsumsi siapa saja, mulai anak-anak hingga dewasa.

Buah Sentul atau Kecapi

 

 

Hafiz bersama tim mengembangkan teh TUKUL ini ke sektor usaha untuk dapat pula dirasakan manfaatnya masyarakat luas.

“Teh Tukul kita rintis menjadi usaha berlanjutan ke tahap usaha rumahan (home industry). Nantinya dapat menjadi pendapatan warga mengelola atau memproduksi buah sentul ini menjadi teh. Saat ini teh Tukul telah kita kemas dalam kemasan dalam bentuk tubruk. Satu kemasan tubruk memiliki berat 35 gram dan kita jual Rp 20 ribu," ungkapnya.

Hapiz dan timnya menyediakan brosur dan layanan pemesanan melalui sejumlah saluran informasi. Di antaranya secara online maupun promosi di dalam kampus.

“Bagi yang berminat merasakan manfaat dari teh Tukul ini, bisa memesan secara online melalui instagram @tukul_sentul atau melalui line WhatsApp 085356006396 atau Tokopedia teh herbal Tukul," jelasnya.