Gunakan Ponsel di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Prostat?

main-HP.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Para ahli kerap memperingatkan efek negatif penggunaan ponsel bagi kesehatan. Baru-baru ini, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives mengatakan bahwa salah satu efek kesehatan yang dipicu penggunaan ponsel di tempat tidur adalah kanker prostat dan kanker payudara.

Alasannya, cahaya biru yang dipancarkan ponsel dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh sehingga membuat kita tetap terjaga.

Risiko paparan cahaya biru dalam memicu kanker prostat dan payudara bahkan meningkat 1.5 kali pada pengguna yang doyan menggunakan ponsel hingga larut malam. Untuk menemukan kesimpulan ini, peneliti menganalisis data lebih dari 4.000 orang.

Responden adalah mereka yang mengidap kanker payudara dan prostat maupun orang sehat berusia 20 hingga 85 tahun.

Dilansir dari laman Suara, Senin 30 April 2018, peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai lingkungan kamar tidur, seperti apakah mereka tidur di kamar gelap atau remang-remang, serta menggunakan foto dari luar angkasa untuk menangkap tingkat cahaya biru yang ditemukan di luar ruangan.

Peneliti menemukan kamar tidur dan area terang dengan tingkat pencahayaan tinggi dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi.

"Ketika kota-kota mengganti pencahayaan yang lebih terang, kita semua berisiko terpapar cahaya 'biru' yang lebih tinggi, hal ini dapat mengganggu jam biologis kita," kata rekan penulis studi Alejandro Sánchez de Miguel, dari University of Exeter, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Meski demikian, de Miguel berharap ada penelitian lebih lanjut untuk mendalami mekanisme antara paparan cahaya biru ponsel dan kanker prostat.

Ia pun mengimbau agar masyarakat membatasi penggunaan ponsel di malam hari dan menghindari tempat-tempat dengan pencahayaan yang tinggi.

"Di era penggunaan media sosial yang cukup tinggi seperti sekarang ini diprediksi angka kanker prostat dan payudara semakin meningkat dengan lamanya frekuensi menatap layar ponsel," tandas Miguel.(2)