Mengenal Faktor Resiko Stroke, dan Berhentilah Merokok

Bahan-Berbahaya-di-Rokok.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Penyakit stroke memang tak bisa disepelekan. Penyakit ini biasanya terjadi tiba-tiba akibat sumbatan pembuluh darah atau pendarahan di otak. Tingginya kadar kolesterol jahat menjadi salah satu pemicunya.

 

Seperti disampaikan dokter spesialis saraf yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Pusat otak Nasional (RS PON), dr Mursyid Bustami, Sp. S(K)., KIC., MARS penyakit stroke kerap disebut Brain Attack karena suplai oksigen dan nutrien ke otak terganggu. Sejumlah faktor dapat menjadi pemicunya, seperti: (KLIK: Tidur Setelah Makan Siang Bikin Gemuk?)

 

- Merokok
- Darah tinggi
- Diabetes
- Dislipedemia (koleseterol tinggi)
- Sindroma metabolik
- Gangguan irama jantung
- Kegemukan (obesitas)

 

Beberapa faktor lain, ternyata tidak dapat dicegah, seperti:

 

- Usia

Menurut Mursyid, usia 40 tahun ke atas paling banyak mengalami stroke.

 

- Ras/etnik

Terutama kulit hitam, risiko stroke lebih tinggi ketimbang kulit putih.

 

- Laki-laki

Risiko laki-laki terkena stroke memang lebih besar ketimbang perempuan. Mursyid mengatakan, perempuan dilindungi oleh hormon estrogen yang membuatnya kebal akan penyakit kardiovaskular. (BACA: Waspadalah, Kegemukkan Bisa Menurunkan Daya Ingat)

 

- Riwayat stroke dalam keluarga

Faktor genetik atau riwayat keluarga menderita stroke bisa menjadi langkah awal Anda untuk memeriksakan diri. Mursyid menyarankan, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga sebaiknya mengontrol kesehatan 3-6 bulan sekali. (Liputan6.com).