Babi di China "Bicara", Minta Warga Makan Telur Cegah Corona

Ilustrasi-babi.jpg
(internet)

RIAU ONLINE, BEIJING-Rumor soal babi yang bisa bicara justru merebak di tengah kepanikan akibat wabah virus corona di China. 

Dalam rumor itu disebutkan, ada seekor babi yang berbicara kepada pemiliknya. Babi itu berkata agar majikannya memasak dan memakan sembilan telur sebelum matahari terbit. Tindakan ini, kata sang babi, bisa mencegah mereka tertular virus corona.

Diberitakan media Hong Kong South China Morning Post yang mengutip koran Guizou Metropolis, rumor babi bisa bicara ini muncul di Provinsi Guizhou sejak 5 Februari lalu.

Rumor itu terdengar tidak masuk akal, tapi tetap saja banyak dipercaya. Di media sosial China, banyak orang yang membagikan foto mereka merebus telur.


Koran Guizou Metropolis menuliskan, polisi bergerak cepat dan telah menangkap seorang perempuan yang menyebar rumor itu.


Menurut pernyataan polisi, pelaku mengaku menyebar rumor itu setelah membaca soal khasiat telur yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Pelaku dipenjara selama 10 hari karena tindakannya itu.


Babi bisa bicara adalah satu dari banyak rumor di tengah wabah virus corona. Beberapa orang telah ditangkap karena dianggap meresahkan masyarakat.


Menurut dokumen yang tersebar di WeChat, ada lebih dari 40 orang yang ditahan di China karena menyebar rumor. Kasus yang terkenal adalah penangkapan 8 orang di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, titik nol penyebaran virus corona.

 

 

Sayangnya, salah satu yang ditangkap di Wuhan adalah dokter Li Wenliang, orang pertama yang memperingatkan bahaya virus corona. Dia ditangkap dan dipaksa mengaku bersalah telah menyebar rumor di WeChat. Li meninggal dunia karena virus corona.


Penangkapan dan pembungkaman Li menuai kemarahan dari masyarakat. Para ahli mengatakan, jika saja Li tidak dibungkam dan bahaya virus corona diketahui sejak dini, maka jumlah penderita bisa ditekan.


Per Senin 10 Februari 20200 angka kematian akibat virus corona mencapai 908 orang dengan penderita lebih dari 40 ribu orang. Selain di China, penderita virus corona juga ditemukan di sekitar 26 negara. Hubei adalah provinsi dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 871 orang dengan penderita lebih dari 29 ribu.

Artikel ini sudah tebrit di Kumparan.com