Fantastik! Ikan Tuna ini Dilelang, Laku Rp 4 Miliar Lebih

Tuna-Sirip-Biru.jpg
(Tokyo Today)

RIAU ONLINE, TOKYO - Seekor ikan tuna sirip biru laku terjual dengan harga fantastik dalam sebuah lelang tahun baru di pasar ikan Tsukiji, Jumat, 5 Januari 2018.

Ikan seberat 405 kg ini laku 36,5 juta yen atau setara dengan Rp 4,3 miliar. Jika dihitung perkilo maka harganya sekitar 90 ribu yen atau sekitar Rp 11,4 juta/kg.

Dikutip dari antaranews.com, iskan tersebut dibeli oleh Hiroshi Onodera, seorang pengusaha yang mengelola sejumlah restoran di Jepang. Salah satunya restoran Ginza Onodera yang cukup ternama.

Menurut Hiroshi, harga itu hanya setengah lebih sedikit dari lelang tahun lalu senilai 72 juta yen (sekitar Rp9 miliar). Juga di bawah rekor 155 juta yen (Rp19 miliar) yang dibayarkan pada 2013.

"Saya berusaha menang lelang sejak tahun lalu, jadi saya sangat senang," kata Onodera yang perusahaannya juga membuka resoran di New York dan Singapura selain di Jepang.

"Saya benar-benar senang karena ini adalah tahun terakhir di Tsukiji."

Tsukiji, merupakan pasar ikan terbesar dunia yang jadi salah satu tujuan wisata populer di Tokyo, akan direlokasi tahun ini demi pembangunan jalan yang diperlukan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Pasar Tsukiji yang berusia 80 tahun menarik puluhan ribu pengunjung per tahun untuk mendatangi berbagai kios dengan spesies ikan ekstis dan sushi segar, bagian dari ledakan pariwisata yang merupakan bagian penting dari rencana kebangkitan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe.

"Ini benar-benar pelelangan terakhir di sini, jadi saya memastikan datang untuk menonton," kata Mitsuko Yamaguchi, pemilik toko makanan laut berusia 61 tahun, demikian seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, tuna selama ini dikenal sebagai bahan membuat sushi. Para pakar memperingatkan bahwa meningkatnya permintaan telah membuatnya jadi spesies yang hampir punah.

"Harga mahal yang dibayarkan hari ini untuk seekor tuna sirip biru Pasifik tidak boleh jadi pengalih dari status spesiesnya, yang telah berkurang lebih dri 97 persen selama bertahun-tahun karena terlalu banyak ditangkap," kata Jamie Gibbon, pakar tuna sirip biru Pasifik untuk Pew Charitable Trusts dalam pernyataan.

"Jika negara-negara terus menangkap di luar batas... kelangsungan spesies ini akan terancam." (1)

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id