Siapakah Abu Bakr al-Baghdadi, Pria yang Memimpin ISIS?

Pemimpin-ISIS.jpg
(THE INDEPENDENT/AP)

RIAU ONLINE - Kantor berita Al-Amaq, media resmi kelompok ISIS, melaporkan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi telah tewas.

 

Media tersebut mengklaim Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan udara koalasi di Raqqa, Suriah pada hari kelima Ramadan, 10 Juni lalu.

 

Siapakah sebenanya Abu Bakr al-Baghdadi, pria dibalik skenario dan bertanggung jawab atas serangan teror di dunia, seperti Paris dan Brussels?

 

Abu Bakr al-Baghdadi lahir pada 1971 di Samara, Irak. Saat muda al-Baghdadi dikenal sebagai sosok yang pemalu dan tidak menyenangkan.

 

Awalnya ia dikenal dengan nama Ibrahim Awwad Ibrahim Ali Muhammad al-Badri al-Samarrai, tetapi kemudian hari ia mengubah namanya menjadi  Abu Bakr al-Baghdadi.

 

Hingga 2004, al-Baghdadi tinggal di sebuah masjid yang berada di Tobchi, sebuah pemukiman miskin di pinggiran Baghdad.

 

Melenceng dan bergabung al-Baghdadi dengan kelompok terorisme itu menimbulkan beberapa perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa ia sudah menjadi seorang ekstremis sebelum terjadinya invasi militer di Irak dan jatuhnya Saddam 2003.

 

Hanya sedikit yang mengetahui fakta kapan tepatnya al-Baghdadi memulai kegiatan terorisnya. Patrick Skinner dari Soufan Group, sebuah perusahaan konsultan keamanan, pernah berbicara tentang dia.

 

"Mereka tahu secara fisik siapa orang ini, tetapi cerita masa lalunya hanyalah mitos," katanya, seperti dikutip dari Mirror, Jumat, 17 Juni 2016.

 

Patrick Johnston dari RAND Corporation menambahkan bahwa al-Baghdadi berhasil membentuk sisi rahasianya dengan sangat baik dan hal itu meningkatkan prestise kelompoknya.

 

al-Baghdadi memulai jihadnya setelah perang Irak di mulai. Ia ditangkap antara Februari dan Desember 2004 sebagai 'interiniran sipil'. Kemudian, teroris itu dibebaskan karena tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.

 

Pada 2006 ia bergabung dengan Mujahidin Shura Council, yang bergerak di bidang 'komite syariah'. Kemudian kelompok tersebut berganti nama menjadi Negara Islam Irak (ISI), dan al-Baghdadi menjadi pengurus umumnya.

 

Pada 2010, al-Baghdadi memimpin ISI. Tahun berikutnya, OSama bin Laden tewas dan al-Baghdadi harus membayar pajak untuk kegiatan teroris itu.

 

Sementara itu, ISI terus membuat serangkaian serangan teror yang menghancurkan di Irak dan telah menjadi destabilisasi setelah Perang Irak.

 

Pada 2013, al-Baghdadi mengawasi perluasan organisasi itu. Ini memisahkan diri dari al-Qaeda yang sebelumnya bertindak sebagai divisi Irak dari kelompok teror dan diperluas ke Suriah, kemudian menamakan kelompoknya Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) atau juga disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

 

Sumber-sumber pertahanan meyakini, bahwa al-Baghdadi memiliki jaringan di Arab Saudi sehingga memungkinkan bagi ISIS untuk melakukan perluasan berkat kemampuannya dalam meningkatkan pembiayaan pribadi dari orang-orang di dalam negeri, serta Qatar.

 

Tewasnya al-Baghdadi dinyatakan oleh Al-Amaq. Dalam sebuah pernyataan dari pasukan keamanan Irak mengatakan pesawat Irak telah menyerang al-Baghdadi secara bersamaan saat ia bergerak menuju Karabla untuk menghadiri pertemuan pemimpin teroris ISIS.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline