Pendeta Ini Serukan Larangan Islam di Negaranya

Umat-Kristen-China.jpg
(REUTERS)

 

RIAU ONLINE - Pemimpin Gereja Kristen di Samoa menyerukan agar negaranya membuat larangan terhadap Islam.

 

Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Samoa, Pendeta Ma'auga Motu, meminta Dewan Gereja menekan pemerintah untuk melarang hadirnya Islam di negara kepulauan Pasifik tersebut.

 

Seruan larangan itu Motu buat setelah sebelumnya Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi, menyatakan akan meninjau ketentuan kebebasan beragama dalam Konstitusi Samoa.

 

Dia mengatakan bahwa ketentuan itu bisa dimasukkan k dalam undang-undang dasar bukan hanya dalam pembukaan.

 

Pendeta Motu mengatakan bahwa perdana menteri harus mengambil keputusan yang berani dalam melarang Islam, karena menurutnya Islam bisa menjadi ancaman bagi masa depan negara.

 

"Ada begitu banyak orang Islam yang baik, tetapi masih ada beberapa orang yang berbahaya di antara mereka yang mungkin datang dan mengancam perdamaian kita," kata Motu, seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/6/2016).

BACA JUGA: Muslim Dilarang Memasuki Desa Ini

 

Bahkan, Motu menegaskan dia tidak keberatan dengan perbandingan tak terelakkan yang dilakukan Donald Trump, yang mengusulkan larangan Muslim memasuki Amerika Serikat.

 

Sementara itu, Kepala Imam Muslim Samoa, Mohammed Bin Yahya menanggapi seruan itu dengan mengatakan orang-orang Kristen di kepulauan harus lebih terbuka terhadap agama lain dan tidak membeda-bedakan.

 

Ia juga memperingatkan jika Samoa konstitusi negara itu berubah drastis maka Samoa kemungkinan akan kesulitan dalam perdagangan dengan negara-negara non-Kristen.

 

Selama sensus 2001, sebanyak 0,03 persen dari penduduk Samoa merupakan Muslim dan selebihnya di domunasi oleh umat Kristen.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline