Gunung Marapi di Level Waspada Usai Erupsi 22 Detik

Erupsi-Gunung-Marapi-7.jpg
Arsip - Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat meletus dan menyuburkan abu vulkanik. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

RIAU ONLINE, PADANG - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, mengalami erupsi, Kamis, 19 Maret 2026. Menurut catatan Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, erupsi terjadi sekitar 22 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 02.29 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,5 milimeter serta berdurasi sekitar 22 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Asep Antoni di Padang.

Namun, Asep menyebut ketinggian kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan.Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk dipatuhi masyarakat. Pertama, dilarang beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).


Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

"Harap tingkatkan kewaspadaan terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi," imbau PVMBG.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.(ANTARA)