RIAU ONLINE, PEKANBARU – Laga PSPS Pekanbaru melawan Adhyaksa FC Banten pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 malam nanti, Jumat 23 Januari 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan poin, tetapi juga sarat nilai nostalgia.
Sorotan tertuju pada sosok Pelatih Kepala Adhyaksa FC, Ade Suhendra, yang merupakan mantan pemain dan legenda hidup PSPS Pekanbaru.
Ade Suhendra pernah menjadi bagian dari PSPS Pekanbaru pada awal karier profesionalnya. Ajo sapaan akrab Ade Suhendra mengawali karier di PSPS Pekanbaru musim 2004/2005, kemudian dia berlabuh ke Persija Jakarta musim 2008/2009.
Kemudian Ajo kembali lagi memperkuat Askar Bertuah 2009/2010 dan kembali pergi untuk membela Sriwijaya FC musim 2010/2011 dan kembali lagi ke PSPS musim 2011/2012 dan kembali pergi untuk membela sejumlah klub seperti Persepam Madura, Perserang, Gresik United, Persita Tangerang dan kemudian pensiun tahun 2022.
Saat berseragam PSPS, Ajo dikenal sebagai pemain pekerja keras yang berkontribusi di lini tengah permainan tim Askar Bertuah. Pengalamannya membela PSPS menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan karier sepak bolanya hingga beralih ke dunia kepelatihan.
Bahkan Ajo saat masih aktif bermain mendapatkan julukan David Beckham dari Pekanbaru, hal ini melekat pada dirinya karena dia memiliki tendangan bebas yang mematikan dan akurasi umpan yang sangat tinggi.
Kini, Ajo kembali menginjakkan kaki di Kota Pekanbaru dengan status berbeda. Ia datang sebagai pelatih kepala Adhyaksa FC Banten yang tengah bersaing di papan atas klasemen sementara Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Ade mengaku memiliki ikatan emosional dengan PSPS dan Kota Pekanbaru. Namun, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama dalam laga tersebut.
“Saya senang PSPS bisa kembali bangkit. Walaupun besok saya datang sebagai lawan, rasanya tetap senang bisa kembali ke Pekanbaru. Banyak kenangan saya di sini,” ujar Ade Suhendra menjelang pertandingan, Kamis 22 Januari 2026.
Ia juga menilai kekuatan PSPS Pekanbaru saat ini jauh berbeda dibandingkan pertemuan sebelumnya. Perombakan skuad dengan kehadiran sejumlah pemain baru membuat karakter permainan PSPS semakin sulit diprediksi.
“PSPS yang sekarang bukan PSPS yang sama seperti saat kami bertemu di Banten. Banyak wajah baru dan tentu permainan mereka juga berubah. Itu yang kami antisipasi,” katanya.
Ade menegaskan Adhyaksa FC telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi tekanan tuan rumah. Selain merancang strategi khusus, timnya juga diperkuat sejumlah pemain baru yang dinilai sudah menyatu dengan skema permainan.
“Kami sudah mempersiapkan strategi dan pemain baru juga sudah beradaptasi dengan baik. Target kami tetap bermain sebaik mungkin untuk mendapatkan poin,” tegasnya.
Pertandingan PSPS Pekanbaru kontra Adhyaksa FC akan digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat 23 Januari 2026 malam. Duel ini diprediksi berlangsung sengit, sekaligus menjadi momen emosional kembalinya Ade Suhendra ke markas klub yang pernah membesarkan namanya di dunia sepak bola nasional.

