Aji Santoso Mundur dari PSPS Pekanbaru

Ditahan-Imbang-PSMS-Medan-Aji-Santoso-Salahkan-Pemain.jpg
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso. (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kabar mengejutkan datang dari PSPS Pekanbaru. Pelatih kepala Aji Santoso resmi mengundurkan diri dari jabatannya menjelang persiapan tim menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Keputusan tersebut disampaikan setelah Aji Santoso memilih untuk lebih fokus mendampingi keluarganya, khususnya putrinya yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di Kota Malang, Jawa Timur.

CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah, mengaku manajemen berat menerima keputusan tersebut. Namun, pihak klub memahami alasan pribadi yang mendasari langkah sang pelatih.

"Ini merupakan keputusan yang berat bagi PSPS. Akan tetapi, keputusan ini harus bisa kami terima," ujar Edward Riansyah, Minggu 7 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa Edu itu menjelaskan, selama musim kompetisi 2025/2026, Aji Santoso harus membagi waktu antara tugas melatih PSPS dan mendampingi putrinya yang menjalani perawatan di Malang. Kondisi tersebut membuat mantan pelatih Timnas Indonesia itu kerap bolak-balik Pekanbaru-Malang.

"Apalagi sepanjang musim kemarin, Coach Aji bolak-balik Pekanbaru-Malang untuk mendampingi perawatan putrinya. Doa kami segenap manajemen PSPS semoga putri Coach Aji lekas sembuh dan bugar kembali," ungkap Edu.


Menurutnya, keputusan mundur tersebut bukan karena persoalan kerja sama antara pelatih dan klub. Bahkan, manajemen PSPS dan Aji Santoso sebelumnya telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama pada musim mendatang.

Aji Santoso juga disebut telah menyusun sejumlah rencana dan gambaran strategi untuk membangun kekuatan Askar Bertuah menghadapi kompetisi berikutnya.

"Sebenarnya PSPS dan Coach Aji Santoso sudah ada kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama. Bahkan Coach Aji sudah sempat merencanakan bagaimana PSPS di musim depan," jelasnya.

Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, Aji Santoso akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dan mengutamakan keluarga.

"Dengan segala pertimbangan, Coach Aji Santoso memilih mengundurkan diri secara baik-baik. Kami akui ini memang keputusan yang berat dan sulit, tapi kami harus menerima ini," tambah Edu.

Kepergian Aji Santoso meninggalkan catatan tersendiri bagi PSPS Pekanbaru. Saat kembali menangani tim pada musim 2025/2026, kondisi PSPS berada dalam situasi yang tidak mudah dan sempat terancam terdegradasi ke Liga 3.

Di bawah kepemimpinannya, PSPS perlahan bangkit dan mampu keluar dari zona merah. Berkat kerja keras tim pelatih, pemain, dan seluruh elemen klub, Askar Bertuah berhasil menutup musim dengan finis di peringkat keenam klasemen akhir serta mengoleksi 37 poin.

Capaian tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosok Aji Santoso mendapat apresiasi dari manajemen maupun suporter PSPS Pekanbaru.

Kini, setelah pengunduran diri sang pelatih, manajemen PSPS dihadapkan pada tugas penting untuk mencari sosok pengganti yang mampu melanjutkan fondasi tim yang telah dibangun demi mewujudkan target lebih tinggi pada musim mendatang.