Usai Ditinggalkan Jajaran Pelatih, PSPS Pekanbaru Kini Kehilangan Direktur Utama

Effendi-Syahputra.jpg
Effendi Syahputra mundur dari jabatan Direktur Utama PSPS Pekanbaru (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Klub sepak bola kebanggaan masyarakat Riau, PSPS Pekanbaru, tengah diterpa badai besar. Setelah seluruh jajaran pelatih, giliran Direktur Utama yang resmi mengundurkan diri.

Keputusan ini muncul usai laga menghadapi Garudayaksa FC pada Senin 29 September 2025 yang dibarengi dengan gelombang kritik serta desakan keras dari para suporter.

Enam staf pelatih yang menyatakan mundur yakni Kurniawan Dwi Yulianto (Direktur Teknik sekaligus Manajer Tim), Ilham Romadhona (Pelatih Kepala), Rici Vauzi (Pelatih Fisik), Kristiawan (Asisten Pelatih Kepala), Kurnia Sandy (Pelatih Penjaga Gawang), dan Irwan (Analis). Manajemen PSPS Pekanbaru mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri mereka telah diterima secara resmi.

Tak berhenti di situ, Effendi Syahputra, juga memilih mundur dari jabatan Direktur Utama PSPS Pekanbaru. Diduga kuat, keputusan tersebut turut dipicu oleh tekanan dari suporter yang belakangan semakin gencar menyuarakan kritik terhadap manajemen.

Kabar pengunduran diri Effendi terungkap melalui unggahan Instagram pribadi Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pemegang saham dan direksi PT PSPS Pekanbaru telah menyetujui pengunduran diri Effendi.


"Pemegang saham dan direksi PT PSPS Pekanbaru menyetujui pengunduran diri Direktur Utama," tulis Teza dalam unggahannya.

Sinyal mundurnya Effendi sebenarnya sudah terlihat sejak awal September. Pada 12 September 2025, ia sempat membagikan unggahan di Instagram pribadinya yang bernuansa perpisahan.

“Momen yang luar biasa, terima kasih banyak untuk semua dan saya bangga menjadi bagian dari sejarah klub ini,” tulis Effendi kala itu.

Hingga kini, upaya konfirmasi langsung kepada Effendi terkait kabar pengunduran dirinya belum mendapat jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirimkan Riau Online hanya dibaca tanpa adanya balasan.

Mundurnya jajaran pelatih sekaligus Direktur Utama ini membuat masa depan PSPS Pekanbaru berada dalam situasi penuh tanda tanya.