RIAU ONLINE, PEKANBARU — PSPS Pekanbaru resmi ditinggalkan seluruh staf pelatihnya setelah manajemen menerima surat pengunduran diri usai laga menghadapi Garudayaksa FC.
Mereka yang mundur yakni Kurniawan Dwi Yulianto (Direktur Teknik dan Manajer Tim), Ilham Romadhona (Pelatih Kepala), Rici Vauzi (Pelatih Fisik), Kristiawan (Asisten Pelatih Kepala), Kurnia Sandy (Pelatih Penjaga Gawang), dan Irwan (Analis).
Chairman PSPS Pekanbaru, Gede Widade, membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan para pelatih merupakan langkah profesional yang harus dihormati.
“Tentu kita menghormati keputusan profesional yang diambil oleh para pelatih. Saya berterima kasih untuk dedikasi mereka membentuk dan menahkodai PSPS Pekanbaru dalam empat bulan ini. Saya juga mendoakan agar mereka bisa lebih baik di luar sana dan karier kepelatihan mereka semakin meningkat,” ujar Gede, Selasa 30 September 2025.
Lebih lanjut, Gede menyampaikan manajemen sudah menyiapkan langkah cepat untuk mencari pengganti. Hal ini penting karena PSPS akan kembali berlaga pada 4 Oktober mendatang.
“Saya sudah berbicara dengan direksi manajemen untuk segera mencari pelatih kepala dan staf pelatih baru. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Namun opsi caretaker tetap ada jika memang pelatih kepala belum kita dapatkan keputusannya menjelang laga menghadapi Persikad. Mohon terus dukungannya,” tutupnya.
Dengan mundurnya jajaran pelatih tersebut, PSPS Pekanbaru kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi performa tim di tengah kompetisi yang masih berjalan.

