Harga Daging Ayam Ras di Riau Merangkak Naik, Tembus Rp48 Ribu per Kg

Penjual-ayam-di-pasar-cik-puan.jpg
Pedagang ayam potong di Pasar Cik Puan (RAHMADI DWI PUTRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harga daging ayam potong ras di sejumlah daerah di Provinsi Riau mulai mengalami kenaikan. Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat, pada Selasa 18 Agustus 2026 lalu, kenaikan harga ayam terjadi dalam skala nasional. 

"Secara nasional memang harga daging ayam mulai mengalami kenaikan. Secara umum, hingga pekan kedua Agustus naik 4,92 persen dibanding Juli," ujarnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Di Riau, kenaikan harga ayam signifikan terjadi di Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hilir (Rohil). 

"Harga ayam di Inhu naik sebesar Rp46.636 per kilogram atau 16,58 persen di atas HAP Komoditas dan di Rohil itu Rp48.600 per kilogram atau 21,5 persen di atas HAP," jelasnya. 



Meskipun demikian, menurutnya secara garis besar pada kabupaten/kota, harga daging ayam ras masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram. 

"Di Kuansing, malah minus IPH nya, yaitu -2,61 persen dan masuk ke dalam daftar 10 daerah secara nasional yang harga ayam rasnya jauh di bawah harga yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Ia menjelaskan faktor yang menyebabkan kenaikan harga ayam di Riau adalah adanya kenaikan pada harga pakan ayam tersebut. 

"Dari hasil koordinasi kita dengan Dinas PKH, terjadi kenaikan harga pakan mencapai Rp10 ribu per karung dan tingginya permintaan di pasar menyebabkan terjadinya kenaikan harga dari pekan sebelumnya," pungkasnya.