RIAU ONLINE, PEKANBARU - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut mendukung kegiatan apel kesiapsiagaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Riau yang dilaksanakan di Mapolda Riau, Pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2026.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh berbagai unsur terkait, antara lain TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, Manggala Agni, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan perusahaan.
Fire Team Coordinator RAPP, Ramadhan mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam apel kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat koordinasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.
"Pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan kesiapan serta kerja sama dari berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, kami kembali memperkuat koordinasi dan kesiapan personel maupun peralatan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani potensi karhutla,” ujar Ramadhan.
“Kami siap berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan pemangku kepentingan lainnya di lapangan," imbuhnya.
RAPP menghadirkan satu regu personel Fire Fighter dari Fire and Aviation Department yang membawa sejumlah sarana dan prasarana penanggulangan karhutla yang dimiliki perusahaan.
Peralatan yang ditampilkan RAPP meliputi lima unit pompa pemadam, 20 roll selang pemadam berdiameter 1,5 inci, drone, rain gauge, hygrometer, foam inductor, sprinkler, priming pump, GPS Garmin, gateway, suction hose, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang digunakan dalam operasi penanggulangan karhutla di lapangan.
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah yang telah dilakukan APRIL Group melalui penetapan Fire Danger Period di seluruh area konsesi di Provinsi Riau hingga 30 September 2026.
“Selama periode tersebut, perusahaan meningkatkan patroli darat dan udara, memperkuat pemantauan titik panas, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla,” tutur Ramadhan.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan tersebut, APRIL Group menyiagakan satu unit helikopter, dua unit airboat, 12 unit kendaraan patroli, 177 unit pompa air, 1.209 roll selang, empat lokasi pemantauan kabut asap, 26 unit CCTV, dan 12 menara api yang mendukung deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi kebakaran.
“Upaya tersebut juga didukung oleh 345 personel pemadam kebakaran profesional dan 735 relawan terlatih dari 49 desa di Provinsi Riau yang menjadi bagian dari kolaborasi pencegahan dan penanggulangan karhutla bersama pemerintah dan masyarakat,” paparnya.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Provinsi Riau. Dengan koordinasi dan kesiapan yang terus ditingkatkan, upaya pencegahan serta penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan semakin efektif sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan beserta dampaknya dapat diminimalkan.

