Temuan Minyak ENRG di Riau Dorong Target Produksi Baru

Temuan-Minyak-ENRG-di-Riau-Dorong-Target-Produksi-Baru.jpg
Malacca Strait PSC (Dok. EMP)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan temuan minyak dan reaktivasi sumur gas di Riau, serta menegaskan strategi baru dalam mempercepat konversi temuan menjadi produksi dengan pendekatan efisiensi biaya.

Melalui anak usahanya, PT EMP Tunas Energi, perusahaan berhasil menyelesaikan pengeboran sumur eksplorasi Cenako-1 Twin di Blok South CPP hingga kedalaman 2.475 kaki. 

Data awal menunjukkan potensi minyak di tempat mencapai 15,6 juta barel—angka yang menjanjikan, namun belum otomatis menjadi cadangan komersial.

Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer EMP Edoardus Ardianto, Rabu, 25 Maret 2026 menuturkan, pihaknya akan melanjutkan kegiatan eksplorasi dan pengeboran lanjutan guna mengkonversi temuan ini menjadi cadangan yang siap dikembangkan secara komersial.

"Kami berencana untuk melakukan akuisisi data seismic dan pengeboran di 3 sumur tambahan dengan potensi total produksi sebesar 500 barel minyak per hari," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama & Chief Executive Officer EMP Syailendra S. Bakrie mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha untuk mempercepat konversi atas temuan tersebut menjadi produksi komersial untuk menambah nilai bagi seluruh pemangku kepentingan EMP.

"Penemuan ini merupakan bagian dari komitmen EMP dalam mendukung peningkatan cadangan hidrokarbon nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia," katanya.

EMP juga menyampaikan bahwa anak usahanya, EMP Bentu Limited, telah berhasil mengaktifkan Kembali lapangan Bentu, khususnya di sumur Bentu-2 melalui serangkaian pekerjaan pembangunan pipa produksi dan perawatan sumur (workover) yang cukup intensif.

Sebelumnya, sumur Bentu-2 merupakan sumur idle yang belum pernah diproduksikan. Namun dengan menyelesaikan pekerjaan pembangunan pipa produksi di bulan Desember 2025, dilanjutkan dengan pekerjaan workover di bulan Februari sampai dengan pertengahan Maret 2026, Perusahaan kemudian telah berhasil mengaktifkan kembali dan memproduksikan gas dari sumur tersebut.

Investasi yang dikeluarkan untuk mendukung penemuan gas ini tetap berada di bawah anggaran, mencerminkan efisiensi dalam pelaksanaannya. Hasil pengujian aliran gas menunjukkan bahwa sumur Bentu-2 dapat memproduksikan gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari dengan perkiraan total produksi dari lapangan Bentu nantinya mencapai 15 juta kaki kubik per hari.

Pencapaian ini mencerminkan upaya Perusahaan untuk tetap berkontribusi dalam peningkatan produksi nasional.