RIAU ONLINE, PEKANBARU - BRK Syariah mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui kegiatan Sosialisasi Layanan Digitalisasi Keuangan di Lingkungan Lembaga Pendidikan se-Provinsi Riau yang digelar di Pekanbaru.
Dalam acara tersebut, BRK Syariah memperkenalkan BRKS EduPay, sebuah platform digital inovatif yang dirancang untuk mendukung ekosistem keuangan di lingkungan sekolah. Platform ini menjadi bagian dari langkah awal digitalisasi pendidikan di Provinsi Riau.
Pemimpin Divisi Dana dan Digital Banking BRK Syariah, Edi Wardana, menyatakan bahwa BRK Syariah hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen pembangunan daerah yang aktif mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Kami tidak hanya hadir sebagai bank, tapi sebagai mitra aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital, khususnya di sektor pendidikan,” ujar Edi Wardana, Jumat, 25 Juli 2025.
BRKS EduPay memiliki tiga fitur utama:
-
On-Card: Sistem transaksi non-tunai berbasis kartu digital untuk kebutuhan siswa di lingkungan sekolah.
-
On-Tuition: Fitur pembayaran biaya pendidikan yang memudahkan transaksi antara sekolah dan orang tua secara real-time dan transparan.
-
On-Time: Sistem absensi digital yang dapat dipantau langsung oleh orang tua secara daring.
“Melalui BRKS EduPay, kami ingin menghadirkan solusi keuangan pendidikan yang aman, efisien, dan sesuai prinsip syariah. Ini bukan sekadar teknologi, tapi bagian dari upaya membangun budaya digital yang cerdas dan berkelas,” tambah Edi.
Peluncuran platform ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kementerian Agama Kota Pekanbaru, dan PT Phoenix Kreatif Digital sebagai mitra teknologi dalam pengembangan sistem.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Gubernur Riau terkait Gerakan Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
“Membangun budaya menabung sejak dini sangat penting. Lewat program Kejar, anak-anak tidak hanya memiliki rekening sendiri, tetapi juga dibekali literasi keuangan dan kemandirian sejak usia sekolah,” ujarnya.
Erisman menegaskan bahwa digitalisasi keuangan sekolah merupakan langkah strategis untuk modernisasi tata kelola pendidikan di Riau.
“Digitalisasi sekolah adalah keniscayaan. Kita harus siap menyongsong era baru dalam pendidikan, dan program ini sangat relevan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Erisman mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan wali murid untuk mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen bersama membentuk generasi masa depan yang cerdas secara finansial dan melek digital.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk membentuk generasi masa depan yang tangguh dan siap bersaing,” tutupnya.

