RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau memasuki hari ke tujuh. Sejak karhutla terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, kini kondisi api makin meluas ke beberapa wilayah lain di Kabupaten Bengkalis.
Cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor tambahan meluasnya karhutla. Selain di Kecamatan Rupat, Bandar Laksamana, Desa Sepahat, dan Desa Damai, karhutla kini telah menyebar hingga ke Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, Rabu, 11 Februari 2026.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Erzansyah, mengatakan bahwa karhutla di Kecamatan Bengkalis, khususnya di Desa Damai yang berbatasan dengan Desa Kelebuk, masih terus dipantau secara intensif.
"Hingga kini kebakaran masih dalam proses penanganan," singkat Erzansyah.
Minimnya peralatan dan jauhnya lokasi air dengan hutan yang terbakar menjadi faktor yang menyulitkan petugas dalam mengakses dan memadamkan api.
Hingga kini, karhutla masih terjadi di beberapa titik di Riau termasuk di Pelalawan, Bengkalis dan Rohul. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, 139 titik panas terdeteksi di Bengkalis hari ini.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di provinsi setempat terjadi karhutla pada awal 2026 dengan luasan 182,76 hektare.

