Aktual, Independen dan Terpercaya


Di Bulan Puasa, Israel Bom Gaza Selatan, Tiga warga Palestina Tewas

Pemakaman-Warga-Palestina-Korban-Bom-Israel.jpg
(VOAINDONESIA.COM/REUTERS)

RIAU ONLINE, GAZA  – Di bulan puasa Ramadan ini, tentara Zionis Israel masih menggempur wilayah bagian selatan Jalur Gaza, Minggu, 27 Mei 2018, waktu setempat. 

Menurut Kementerian Kesehatan, setidaknya, tiga warga Palestina tewas saat Israel mengebom wilayah tersebut. Melalui sebuah pernyataan, juru bicara kementerian, Ashraf al-Qidra mengatakan, Hussein al-Amor (25), dan Abdul Halim al-Naqah (28), tewas ketika bom menyerang perbatasan timur kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza. 

Korban ketiga, diketahui sebagai Naseem al-Amor (25), meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya beberapa saat kemudian. Juru bicara angkatan bersenjata Israel, Avichay Adree, dilansir dari Anadolu Agency, menjelaskan, tank Israel mengincar menara pengawasan milik Hamas yang ada di Jalur Gaza selatan.

Ia beralasan, pemboman itu merupakan respons dari serangan bom yang meledak di dekat pagar pembatas antara Jalur Gaza dan Israel.

Pada Sabtu, 26 Mei 2018, pesawat udara Israel menyerang dua markas Hamas di Gaza, meski tak ada korban tewas dilaporkan.

Sementara itu, dilansir dari VOA Indonesia, militer Israel IDF membenarkan adanya serangan itu, mengatakan tembakan tank itu dilepaskan setelah pasukannya meledakkan bahan peledak yang dipasang militan dekat pagar perbatasan.

“Bahan peledak itu dipasang semalam dekat pagar perbatasan di Jalur Gaza sebelah selatan untuk mencelakakan pasukan yang beroperasi di wilayah itu dan telah dinetralisir pagi ini oleh pasukan IDF.”

Pasukan pertahanan mengatakan melalui cuitan, “Tentara IDF dilaporkan tidak ada yang cedera. Sebagai balasan, sebuah tank IDF menarget sebuah pos pengawas militer di Jalur Gaza sebelah selatan.”

Sejak 30 Maret, lebih dari 115 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka karena tembakan tentara Israel dalam protes anti-pendudukan di sepanjang perbatasan Gaza.

Para demonstran meminta hak para pengungsi untuk pulang ke rumah mereka di Palestina, setelah mereka diusir paksa pada 1948 supaya Israel bisa mendirikan negara baru mereka.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online 

Follow Instagram riauonline.co.id