ASN Positif Covid-19 di Pemkab Bengkalis Bertambah

Ersan-Saputra.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ANDRIAS)

Laporan: ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kasus positif Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali bertambah. Setelah dua ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Ny. HS dan S, virus Covid-19 kembali menginfeksi salah seorang pejabat administrator inisial HP (49), warga Kecamatan Bengkalis.

“Untuk Kecamatan Bengkalis, pada Senin 31 Agustus 2020 kemarin ada penambahan 2 kasus positif, yaitu SUM (55) dan HP (49). Keduanya ini terinfeksi virus Covid-19 dari sumber berbeda. HP merupakan salah seorang ASN di Kecamatan Bengkalis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dr Ersan Saputra kepada wartawan, Selasa 1 Agustus 2020.

Ersan mengatakan, HP terinfeksi virus Covid-19 diperkirakan dari daerah terjangkit, di mana beberapa waktu lalu yang bersangkutan bepergian ke Sumbar dan Dumai. Sedangkan untuk SUM juga warga Kecamatan Bengkalis, merupakan kontak erat dari NUR yang sebelumnya sudah terinfeksi virus Covid-19.

Sedangkan untuk hasil swab cluster Dinas Pendidikan Bengkalis yang melibatkan dua orang HS dan S, Ersan mengatakan sampai hari ini (Selasa,red) hasil swabnya belum keluar.

Terkait dengan bertambahnya ASN yang terpapar virus Covid-19, Ersan mengatakan pihaknya telah memprogramkan swab massal ke seluruh Perangkat Daerah (PD). Tidak mustahil, sambung Ersan, ada ASN lainnya yang positif Covid-19 mengingat ASN ini ada yang bepergian keluar daerah terjangkit dalam rangkaian dinas. Ersan mencontohkan HS dan S yang baru diketahui positif Covid-19 setelah Disdik melakukan swab massal.

“Jadi tidak mustahil di dinas lainnya juga ada yang positif. Soal dinas apa dan kapan waktunya, nanti kita sampaikan saat swab sedang berlangsung,” kata Ersan lagi.

Dalam kesempatan itu, Ersan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu khawatir apalagi was-was terkait bertambahnya pasien positif Covid-19.

"Sejauh menerapkan protokol kesehatan, maka mudah-mudahan akan terhindar dari penyakit yang belum ada obatnya ini."

“Jangan lupa pakai masker, selalu jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer,” ujar Ersan seraya berharap kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke daerah terjangkit kalau tidak penting.