Pemkab Kuansing Apresiasi Dukungan UNDP Soal Merkuri

Gold-ismia2.jpg
(Robi Susanto/Riau online)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau memberikan apresiasi atas dukungan United Nation Development Program (UNDP) dalam rangka penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAD-PPM).

Untuk mewujudkannya Pemkab Kuansing telah menggelar pertemuan dengan pihak UNDP melakukan pembahasan materi RAD-PPM sekaligus membahas Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang RAD-PPM pada Rabu, 18 November 2020 bertempat di Hotel Angela Teluk Kuantan.

 

Acara tersebut dibuka Sekda Kuansing Dianto Mampanini dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan mulai KLHK, BPPT, Kemenkes, Kementerian ESDM dan UNDP.

Dalam sambutannya Sekda Dianto berharap semoga dengan adanya RAD-PPM ini bisa diimplementasikan dilapangan guna pengurangan dan penghapusan merkuri dalam pertambangan emas berskala kecil di Kuansing,

"Pemkab sangat bersyukur dengan adanya dukungan UNDP melalui proyek GOLD ISMIA dalam penyusunan RAD-PPM
ini," ungkap Sekda Kuansing dalam sambutannya.

Penyusunan RAD-PPM ini difasilitasi oleh GOLD-ISMIA yang merupakan proyek kerjasama antara KLHK, BPPT, dan UNDP yang didanai oleh Global Environment Facility (GEF).

Dimana tujuan proyek GOLD-ISMIA ini adalah untuk mengurangi dan penghapusan penggunaan merkuri di Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK). Dengan cara memberikan bantuan teknis, transfer teknologi, pembentukan kemitraan antara swasta-publik dan akses terhadap pendanaan untuk pembelian peralatan pengolahan emas tanpa merkuri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuansing, Rustam mengatakan, proyek ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu sampai tahun 2023 dengan target lokasi salahsatunya di Kabupaten Kuansing.

"Tentunya Pemkab sangat terbantu dengan dukungan GOLD-ISMIA untuk penyusunan RAD-PPM.  Dimana ada 4 (empat) sektor prioritas dalam RAD-PPM ini yaitu PESK, Kesehatan, Manufaktur dan Energi," ungkap Rustam.

Selain membantu memfasilitasi pertemuan pembahasan penyusunan materi RAD-PPM, proyek GOLD ISMIA UNDP juga membantu perekrutan tenaga konsultan untuk membantu Tim Pendampingan RAD-PPM Kabupaten Kuansing dalam mempersiapkan RAD-PPM Kabupaten Kuansing.

Menurut Rustam, proyek GOLD-ISMIA ini selain bertujuan untuk mengurangi dan menghapus penggunaan merkuri disektor PESK. Kuansing juga jadi satu-satunya dijadikan lokasi percontohan Pulau Sumatera untuk proyek GOLD ISMIA.

Dia menambahkan, bahwa GOLD ISMIA akan membantu formalisasi mulai dari Izin Penambangan Rakyat (IPR), pengelolaan keuangan bagi koperasi penambang emas dan penambang emas, penyediaan mesin pengolah emas bebas merkuri dan upaya-upaya kampanye bahaya merkuri.

Sementara itu, Konsultan RAD-PPM, Makruf Siregar menjelaskan bahwa implementasi RAD- PPM ini sangat menantang dimana target-target untuk pengurangan dan penghapusan merkuri telah ditetapkan yaitu sektor PESK target 100 persen pada tahun 2025, sektor Kesehatan 100 persen pada tahun 2020, sektor Manufaktur 50 persen pada tahun 2030 dan sektor Energi 33,2 persen pada tahun 2030.

Kemudian Sekda menambahkan bahwa sebagai pihak yang telah melakukan ratifikasi Konvensi Minamata melalui UU Nomor 11 Tahun 2017, Pemerintah Indonesia harus berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan tersebut dan di tingkat daerah.

Maka lanjut Sekda, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten/kota  harus menunjukkan komitmen untuk mengurangi danmenghapus penggunaan merkuri untuk 4 sektor di atas.

Namun dengan adanya dukungan GOLD-ISMIA ini, Sekda Kuansing mengungkapkan keyakinannya bahwa proses penyusunan RAD-PPM Kabupaten Kuansing ini bisa berjalan lancar. Terlebih, Pemkab mendapat bimbingan teknis dari konsultan RAD-PPM, KLHK dan UNDP.

Dalam pertemuan tersebut, telah banyak masukan yang diterima baik dari OPD terkait di Pemkab Kuansing serta dari Pemerintah Pusat. Rancangan Materi RAD-PPM dan rancangan Perbup Kuansing tentang RAD-PPM ini akan direvisi sesuai dengan masukan yang ada.

 

Dan DLH Kuansing menargetkan Perbup Kuansing tentang RAD-PPM Kabupaten Kuansing akan bisa ditetapkan di
bulan Desember 2020 ini.