Imunisasi Vaksin MR Terancam Tak Capai Target

Kepala-Dinas-Kesehatab-Riau-Mimi-Yuliani-Nazir.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Akibat imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) di berbagai daerah di Riau yang menunda kegiatan gerakan nasional imunisasi vaksin measles rubella (MR), upaya untuk memutus penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus ini terancam tak mencapai target.

MUI meminta agar pelaksanaan imunisasi bagi warga muslim ditunda dahulu, karena distributor, Biofarma belum mencantumkan label halal pada cairan imunisasi itu. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani di sela-sela kesibukannya.

"Jadi pemberitaan yang mengenai itu (imbauan MUI) cukup berpengaruh pada target pencapaian kita nantinya kedepan," katanya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Sementara, menurutnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan pencapaian di angka 95 persen dalam dua bulan pelaksanaan, yakni Agustus hingga September 2018.

"Untuk Riau, sekitar 19.556.58 jiwa anak yang layak untuk dilakukan imunisasi. Sementara targetnya, 95 persen harus terpenuhi," jelasnya.

Baca Juga Belum Ada Fatwa MUI, Pemprov Riau Tak Tunda Imunisasi Vaksin MR

Namun menjelang delapan hari pelaksanaannya, Mimi mengatakan pihaknya baru berhasil melakukan imunisasi terhadap anak-anak Riau sebesar 8.4 persen dari total pencapaian.

Meskipun belum mendekati angka 10 persen pencapaian, masyarakat diberikan pilihan. Diantaranya diperbolehkan untuk menunggu sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sampai mengeluarkan fatwa atau masyarakat tetap menjalankan imbauan karena tidak memiliki keterikatan dengan agama Islam.

"Biofarma sebagai distributor sedang mengurus kehalalannya. Untuk masyarakat, kami berikan kesempatan untuk menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwanya sampai akhir September nanti," jelasnya.

"Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan terhadap aspek syari nya, imunisasi itu tetap kita lakukan secara profesional," tandasnya.