Polisi di Rohul Tertawakan Kabut Asap, Kapolres: Konten Penghilang Rasa Penat

Karhutla-di-Rohul-Kian-Mengganas-Helikopter-Water-Bombing-Rusak.jpg
Kondisi karhutla di Rokan Hulu, Minggu, 20 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, ROKAN HULU - Sekelompok polisi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tertawa lepas saat musibah kabut asap mengancam Provinsi Riau. Video tersebut viral di media sosial, TikTok dengan akun @zyy dan telah ditonton 100 ribu lebih dan mendapatkan like 7 ribu.

Atas tindakan sekelompok polisi tersebut, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra mengatakan saat itu anggota tengah melakukan konten usai melaksanakan pemadaman di Kecamatan Rambah.

"Pada hari Selasa, 22 juli 2025 personel kami melakukan verifikasi dan upaya pemadaman di Kecamatan Rambah".

"Personel bermaksud untuk membuat konten untuk menghilangkan rasa penat dan maksud perkataan itu kepada para pelaku pembakaran hutan dan lahan," singkat AKBP Emil dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 23 Juli 2025.


Sebelumnya, Sebuah video berdurasi 12 detik beredar di media sosial TikTok, menampilkan sejumlah anggota kepolisian di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, tertawa lepas saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah tersebut.

Video tersebut menuai kecaman dari warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap musibah yang tengah melanda masyarakat. Tampak beberapa polisi berseragam lengkap dan mengenakan kaus cokelat berada di kawasan perkebunan sawit. 

Salah satu dari mereka terdengar berkata, “Dalam hitungan ketiga, kita lepaskan semua kedongkolan kita, satu, dua, tiga, hah,” yang kemudian disusul tawa bersama dari rekan-rekannya.

Tingkah tersebut dianggap tidak pantas, mengingat kondisi kabut asap di Rohul telah menyebabkan aktivitas pendidikan terganggu.

Pemerintah daerah bahkan telah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar di jenjang PAUD, SD, dan SMP, selama dua hari akibat memburuknya kualitas udara.

Terdapat empat kecamatan yang terdampak parah, yakni Rambah, Rambah Samo, Pendalian IV Koto, dan Rokan IV Koto.