Juarai Amirul Lughah Banten, Khalilullah Santri Ponpes di Kampar Raih Hadiah Umroh

juara-bahasa-arab-di-banten.jpg
Khalilurrahman, Ponpes Ibnu Jari Kampar juara lomba Bahasa Arab Amirul Lughah 2026 Banten. (Istimewa)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Pondok Pesantren Ibnu Jarir. Salah satu santri terbaiknya, Khalilurrahman, meraih peringkat pertama dalam lomba Bahasa Arab Amirul Lughah 2026 yang diselenggarakan STIT Riyadhussholihiin di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti sebanyak 134 peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Khalilurrahman tampil gemilang hingga babak final yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026.

Khalilullah berhasil mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 199 poin, sekaligus memastikan diri sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah.

Keberhasilan ini bukan diraih secara instan. Ajang Amirul Lughah dikenal sebagai kompetisi yang menguji kemampuan bahasa Arab secara komprehensif, mulai dari membaca teks, menerjemahkan, meng-i’rab-kan (menganalisis struktur gramatikal), hingga men-tashrif-kan kosakata.

Pada tahap awal, ratusan peserta harus melewati babak penyisihan yang kemudian menyaring 10 peserta terbaik. Selanjutnya, babak semifinal menyisakan lima peserta dengan nilai tertinggi. 

Dari sana, tiga finalis terbaik kembali beradu kemampuan pada babak puncak untuk menentukan juara.

Ketekunan dan kedalaman pemahamannya terhadap materi menjadi kunci keberhasilannya dalam mengungguli peserta lain di babak final.

Pembimbing santri, Ustadz Ahmad Fauzi, mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Khalilurrahman merupakan buah dari kesungguhan belajar dan kedisiplinan selama masa persiapan.


"Kami sangat bangga dengan semangat para santri yang tidak kenal lelah dalam menimba ilmu. Khalilurrahman menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan doa yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil terbaik," ujar Ahmad Fauzi, Senin, 16 Februari 2026.

Ahmad Fauzi menjelaskan, pada tahap penyisihan dan semifinal, para santri melakukan muraja’ah atau pengulangan materi secara mandiri. Mereka saling menguji kemampuan satu sama lain untuk memperkuat pemahaman.

"Empat santri kami ikut dalam perlombaan ini. Mereka belajar bersama, saling mengoreksi, dan memperdalam materi tanpa harus selalu didampingi. Itu yang membuat kami semakin optimistis," tambahnya.

Memasuki babak final, pembimbing memberikan pelatihan intensif dengan fokus pada penguatan teknik membaca, penerjemahan, i’rab, serta tashrif kosakata. 

Materi perlombaan mengacu pada kitab Arabiyah Baina Yadaik, khususnya jilid ketiga yang menuntut penguasaan bahasa Arab tingkat lanjut.

Sementara itu, Mudir PP Ibnu Jarir, Ustadz Irfan Muhammad Ali, menilai prestasi ini menjadi bukti konsistensi pesantren dalam membina kemampuan bahasa santri secara serius dan berkelanjutan.

"Ini merupakan satu lagi prestasi santri Ibnu Jarir di bidang bahasa. Kami ingin menunjukkan bahwa santri Ibnu Jarir selalu terdepan, baik dalam bidang agama, olahraga, maupun akademik," jelasnya.

Irfan menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab merupakan fondasi penting dalam memahami literatur keislaman. Oleh karena itu, pesantren terus berkomitmen menghadirkan sistem pembelajaran yang terarah dan berkualitas.

"Kami tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga ingin membentuk karakter dan kecintaan terhadap ilmu. Bahasa Arab adalah kunci untuk membuka khazanah keilmuan Islam," pungkasnya.