Usai Kampanye Hijau, Karhutla Terjadi di Kawasan Penyangga Rimbang Baling

Usai-Kampanye-Hijau-Karhutla-Terjadi-di-Kawasan-Penyangga-Rimbang-Baling.jpg
Karhutla terjadi di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. (Instagram/pkukini)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Sebuah unggahan di media sosial menunjukkan terjadi kebakaran lahan di sekitar kawasan Bukit Rimbang Bukit Baling, tepatnya di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. 

Dalam video yang diunggah akun Instagram @pkukini pada Senin, 21 Juli 2025 itu  menunjukkan kepulan asap hitam pekat muncul di salah satu bukit, tak jauh dari Camping Ground. 

Sebelumnya, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, Ulama Ustaz Abdul Somad dan Akademisi, Rocky Gerung sempat melakukan Bakti Religi dan mengkampanyekan Peduli lingkungan di kawasan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, pada Kamis, 19 Juni 2025 lalu.

Irjen Herry bahkan menggelar acara besar-besaran di Hutan Rimbang Baling agar masyarakat di Kampar Kiri tersebut peduli dengan lingkungan. Bahkan, tokoh adat di sana mendapatkan penghargaan dari Kapolda Riau karena mampu menjaga alam, meski kondisi hutan gundul.


Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi perwujudan tekad kita bersama bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan wujud kecintaan kepada tanah air," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, Kamis, 19 Juni 2025 lalu.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi masyarakat dalam mendukung program Green Policing Polda Riau, Polda Riau memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh lokal yang selama ini aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

"Mari kita buktikan bahwa adat dan ilmu bisa berjalan seiring. Lokalitas bisa tumbuh berdampingan dengan kemajuan. Tugas kita adalah menjaga, bukan merusak,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar citra Riau ke depan tidak lagi identik dengan kerusakan lingkungan, tetapi menjadi pusat inspirasi pembangunan hijau.

"Riau harus berhenti dikenal sebagai penghasil asap dan kayu ilegal. Saatnya kita dikenal sebagai paru-paru dunia hijau, bersih, dan lestari," harap jenderal bintang dua itu.