RIAU ONLINE - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sasaran pengembalian aset atau return-on-asset (RoA) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kepada negara masih jauh.
Ia mengingatkan kepada pemimpin Danantara, kini RoA Danantara sebesar 5 persen, sedangkan standar pengembalian aset perusahaan yang baik berada di kisaran 10 hingga 15 persen. Meski begitu, ia memaklumi mengingat Danantara baru berdiri setahun.
"Perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," kata Prabowo dalam acara Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara Jakarta, dilansir dari Liputan6.com, Kamis, 12 Maret 2026.
Prabowo menyebut dengan RoA yang hanya 5 persen, Danantara setidaknya harus mengembalikan 50 USD atau sekitar Rp800 triliun kepada negara setiap tahunnya.
"Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah Mensesneg berapa? Berapa? Rp 800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," tuturnya.
Namun, Prabowo meyakini Danantara mampu mencapai sasaran RoA yang ditargetkan. Terlebih, RoA Danantara tahun 2025 sudah naik lebih dari 300 persen dibandingkan sebelumnya.
"Saya yakin dan percaya kunci dari management yang baik adalah di hati, di jiwa. Karena itu dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh," jelas Prabowo.
"Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara, 50 miliar dolar minimal," sambung dia.

