RIAU ONLINE, PADANG - Pemerintah targetkan pemulihan pasca bencana di Sumatera Barat rampung sebelum Ramadan 2026. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis, 15 Januari 2025.
Titi mengatakan, pemerintah menargetkan aktivitas masyarakat sudah Kembali berjalan normal dan tidak ada lagi pengungsi sebelum bulan suci Ramadan.
"Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal," kata Tito, dikutip dari KUMPARAN.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menjelaskan bahwa fokus pemulihan pascabencana di provinsi tersebut hanya tinggal perbaikan akses jalan dan penanganan pengungsi.
"Kuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai," terangnya.
Sementara untuk penanganan pascabencana di Sumatra Utara, Tito mengatakan wilayah terdampak paling parah berada di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Upaya pemulihan di wilayah tersebut difokuskan pada pembersihan jalan yang tertutup longsor.
"Jalan yang longsor kemudian tertutup sama pembersihan lumpur-lumpur dan menolong pengungsi," ujarnya.
Tito menambahkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang. Adapun bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan opsi hunian sementara.
"Yang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa," kata Tito.
Untuk penanganan pascabencana di Aceh, Tito mengakui terdapat tantangan tersendiri. Di wilayah dataran tinggi, pemerintah akan memfokuskan penanganan pada penambahan stok logistik serta perbaikan akses jalan.
"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami di sana," ujarnya.
Sementara di wilayah dataran rendah Aceh, Tito menegaskan pembersihan lumpur dan pengerukan sungai menjadi fokus utama pemulihan.
"Di lowland, dataran rendah kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya sudah dibersihkan, sungainya sudah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya," pungkasnya.

